Kerbau Kurban ngamuk, Polisi Terpaksa Lumpuhkan dengan Timah Panas

JurnalLugas.Com – Suasana persiapan penyembelihan hewan kurban di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mendadak berubah tegang setelah sejumlah kerbau kurban lepas kendali dan mengamuk di beberapa wilayah.

Dalam insiden yang terjadi saat momentum Idul Adha 2026 itu, aparat kepolisian terpaksa melumpuhkan dua ekor kerbau menggunakan tembakan karena dinilai membahayakan keselamatan warga.

Bacaan Lainnya

Peristiwa tersebut menjadi perhatian masyarakat setelah salah satu kerbau berlari liar hingga menyeruduk pengendara sepeda motor dan memicu kepanikan di jalanan.

Wakapolres Kudus Kompol Rendi Johan Prasetyo mengatakan pihak kepolisian menerima beberapa laporan terkait hewan kurban yang terlepas selama proses penyembelihan berlangsung.

“Ada empat kejadian kerbau lepas yang kami terima. Dua berhasil diamankan warga dan panitia, sedangkan dua lainnya harus dilumpuhkan karena situasi sudah membahayakan,” ujarnya, Kamis 28 Mei 2026.

Menurut dia, kejadian tersebar di sejumlah wilayah seperti Kecamatan Jekulo, Kota Kudus, hingga Kecamatan Jati. Polisi sebelumnya telah menyiagakan personel selama proses penyembelihan hewan kurban dan membuka layanan pengaduan cepat melalui call center 110.

Baca Juga  Hukum Menjual Daging Kurban dalam Islam Ini Ketentuan Lengkap Jelang Idul Adha

Salah satu insiden paling menegangkan terjadi di kawasan Purwosari, Kecamatan Kota. Seekor kerbau yang baru diturunkan dari mobil pikap tiba-tiba lepas setelah tali pengikatnya terlepas. Hewan berbobot besar itu kemudian berlari tanpa kendali melewati sejumlah jalan dan area permukiman.

Kapolsek Jati AKP Hadi Noor Cahyo menjelaskan kerbau sempat melintas dari wilayah Pasuruan Lor menuju Pasuruan Kidul hingga kawasan Jalan Lingkar Kudus.

“Kerbau bergerak cukup agresif dan sempat menyeruduk dua pengendara motor. Ada juga panitia kurban yang mengalami luka lecet ketika mencoba mengamankan,” katanya.

Petugas gabungan bersama warga dan panitia kurban langsung melakukan pengejaran agar kerbau tidak masuk ke pusat keramaian. Setelah beberapa jam pencarian, hewan tersebut ditemukan bersembunyi di area semak menuju Desa Goleng, Kecamatan Jati.

Karena kondisi semakin sulit dikendalikan dan dikhawatirkan memicu korban lebih banyak, aparat akhirnya mengambil langkah pelumpuhan menggunakan senjata organik Polri.

Setelah kondisi kerbau melemah, petugas bersama warga segera mengikat hewan tersebut sebelum proses penyembelihan dilakukan langsung di lokasi. Daging kurban kemudian dievakuasi menuju Masjid Purwosari pada malam hari.

Insiden kerbau mengamuk saat Idul Adha memang kerap terjadi di sejumlah daerah, terutama ketika proses pengangkutan dan penurunan hewan tidak dilakukan dengan pengamanan maksimal. Hewan dengan bobot besar seperti kerbau diketahui mudah panik ketika berada di lingkungan ramai atau mendengar suara keras.

Baca Juga  Cek Fakta! Indonesia Surplus 1,1 Juta Hewan Kurban Idul Adha 1446 H

Kompol Rendi mengingatkan panitia kurban agar lebih memperhatikan kesiapan teknis dalam proses penyembelihan tahun mendatang. Menurutnya, pengamanan hewan kurban harus menjadi perhatian penting untuk mencegah risiko terhadap masyarakat sekitar.

“Evaluasi perlu dilakukan supaya proses pemotongan hewan berjalan aman dan tidak menimbulkan kepanikan warga,” ucapnya.

Selain fokus pada pengamanan Idul Adha, kepolisian juga mengimbau masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan lingkungan dengan kembali mengaktifkan sistem keamanan lingkungan atau siskamling.

Peristiwa di Kudus menjadi pengingat bahwa proses penyembelihan hewan kurban membutuhkan kesiapan matang, bukan hanya dari sisi keagamaan, tetapi juga keselamatan publik. Koordinasi antara panitia, warga, dan aparat dinilai penting agar tradisi kurban berlangsung aman tanpa menimbulkan korban.

Baca berita menarik lainnya di JurnalLugas.Com

(Bowo)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait