Iran Ancam Balas AS dengan Brutal Jika Pasukan Masuk Invasi Pulau Kharg

JurnalLugas.Com – Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat setelah muncul laporan mengenai kemungkinan perluasan operasi militer Washington ke wilayah Pulau Kharg.

Pemerintah Iran menegaskan bahwa setiap upaya pengerahan pasukan asing ke wilayahnya akan mendapat respons tegas dari angkatan bersenjata.

Bacaan Lainnya

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, mengatakan negaranya telah menyiapkan langkah untuk menghadapi setiap bentuk intervensi militer yang dinilai mengancam kedaulatan nasional.

“Ada pihak-pihak yang siap memberikan respons pada waktu yang dianggap tepat apabila pasukan Amerika memasuki wilayah kami,” ujar Baghaei dalam konferensi pers, Senin (20/7/2026).

Pernyataan tersebut mempertegas sikap Teheran yang menolak segala bentuk operasi militer asing di kawasan strategis Iran.

Laporan Rencana Operasi Militer AS

Pernyataan Iran muncul setelah beredar laporan yang menyebut Presiden Amerika Serikat Donald Trump tengah mempertimbangkan perluasan operasi militer terhadap Iran.

Mengutip sejumlah pejabat Amerika Serikat, laporan tersebut menyebut salah satu opsi yang sedang dikaji adalah pengerahan pasukan darat menuju Pulau Kharg, wilayah yang memiliki nilai strategis bagi sektor energi dan logistik Iran.

Hingga kini belum ada pengumuman resmi dari pemerintah Amerika Serikat terkait keputusan akhir mengenai rencana tersebut.

Garda Revolusi Siap Merespons

Selain pernyataan dari Kementerian Luar Negeri, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) juga menegaskan kesiapan militernya menghadapi kemungkinan masuknya pasukan Amerika Serikat ke wilayah Iran.

IRGC menyatakan setiap upaya pelanggaran wilayah kedaulatan Iran akan direspons sesuai kemampuan pertahanan negara.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa seluruh unsur keamanan Iran berada dalam posisi siaga di tengah meningkatnya tensi kawasan.

Meningkatnya ketegangan ini terjadi tidak lama setelah Amerika Serikat dan Iran menandatangani nota kesepahaman pada 18 Juni 2026 untuk menghentikan konflik yang berlangsung sejak akhir Februari.

Namun situasi kembali berubah setelah militer Amerika Serikat melancarkan serangkaian operasi pada awal Juli dengan alasan merespons tindakan Iran terhadap jalur pelayaran komersial di Selat Hormuz.

Sebagai balasan, Iran melakukan serangan terhadap sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah dan menuding Washington telah melanggar kesepakatan penghentian permusuhan yang sebelumnya disepakati.

Perkembangan terbaru tersebut kembali memicu perhatian dunia internasional karena berpotensi meningkatkan ketidakstabilan keamanan di Timur Tengah.

Pulau Kharg sendiri dikenal sebagai salah satu kawasan strategis Iran yang memiliki peran penting dalam aktivitas ekspor minyak.

Karena itu, setiap eskalasi militer di wilayah tersebut dinilai dapat memengaruhi stabilitas kawasan maupun perdagangan energi global.

Para pengamat menilai jalur diplomasi masih menjadi pilihan terbaik untuk mencegah konflik berkembang menjadi konfrontasi yang lebih luas.

Ikuti perkembangan berita internasional terbaru di JurnalLugas.Com: https://jurnallugas.com/

(Handoko)

Tombol Google News - JurnalLugas
Baca Juga  Trump Frustrasi Iran Tak Kunjung Menyerah, Ancam Serangan Ngawur di Timur Tengah

Pos terkait