JurnalLugas.Com – Berkeringat merupakan mekanisme alami tubuh untuk menjaga suhu tetap stabil. Namun, bagaimana jika keringat muncul secara berlebihan padahal seseorang hanya duduk, bekerja di depan komputer, atau bahkan sedang berada di ruangan ber-AC?
Kondisi tersebut kerap dianggap sepele, padahal dalam beberapa kasus bisa menjadi sinyal adanya gangguan kesehatan yang perlu mendapat perhatian.
Memahami penyebab tubuh mudah berkeringat saat tidak melakukan aktivitas berat menjadi langkah penting agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
Keringat Berlebih Tidak Selalu Dipicu Cuaca Panas
Tubuh manusia memiliki jutaan kelenjar keringat yang bekerja mengatur suhu. Saat suhu tubuh meningkat, kelenjar tersebut akan menghasilkan keringat yang kemudian menguap untuk membantu mendinginkan tubuh.
Namun, pada sebagian orang, produksi keringat dapat terjadi meski suhu lingkungan normal dan tanpa aktivitas fisik yang menguras tenaga. Kondisi ini dikenal sebagai hiperhidrosis.
Menurut para ahli kesehatan, hiperhidrosis dapat terjadi tanpa penyebab yang jelas atau dipicu oleh kondisi medis tertentu.
“Berkeringat adalah proses normal, tetapi jika jumlahnya berlebihan dan mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya dilakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebabnya,” ujar seorang dokter spesialis penyakit dalam, Senin 29 Juni 2026.
Penyebab Badan Mudah Berkeringat Saat Tidak Aktivitas Berat
1. Hiperhidrosis Primer
Penyebab paling umum adalah hiperhidrosis primer, yaitu kondisi ketika saraf yang mengendalikan kelenjar keringat menjadi lebih aktif dibandingkan normal.
Biasanya keringat muncul pada telapak tangan, telapak kaki, ketiak, maupun wajah tanpa dipicu penyakit tertentu.
2. Stres dan Kecemasan
Saat seseorang mengalami tekanan emosional, tubuh akan melepaskan hormon adrenalin yang memicu produksi keringat meningkat.
Tak heran jika telapak tangan menjadi basah ketika gugup menghadapi wawancara kerja, presentasi, atau ujian.
3. Perubahan Hormon
Perubahan hormon juga menjadi faktor penting. Kondisi ini umum dialami oleh:
Ibu hamil.
Wanita memasuki masa menopause.
Remaja saat masa pubertas.
Fluktuasi hormon dapat memengaruhi sistem pengaturan suhu tubuh sehingga produksi keringat meningkat.
4. Gangguan Tiroid
Kelenjar tiroid yang terlalu aktif atau hipertiroidisme menyebabkan metabolisme tubuh bekerja lebih cepat.
Akibatnya, suhu tubuh meningkat sehingga penderita lebih mudah berkeringat meski sedang beristirahat.
5. Kadar Gula Darah Rendah
Hipoglikemia atau penurunan kadar gula darah dapat memicu munculnya keringat dingin, tubuh gemetar, hingga rasa lemas.
Kondisi ini sering dialami penderita diabetes yang menjalani terapi insulin atau obat penurun gula darah.
6. Efek Samping Obat
Beberapa jenis obat diketahui dapat meningkatkan produksi keringat, seperti:
Antidepresan.
Obat penurun demam.
Beberapa obat tekanan darah.
Obat hormonal.
Jika keluhan muncul setelah mengonsumsi obat tertentu, konsultasikan kepada dokter tanpa menghentikan pengobatan secara mandiri.
7. Berat Badan Berlebih
Orang dengan kelebihan berat badan cenderung menghasilkan panas tubuh lebih banyak sehingga kelenjar keringat bekerja lebih keras untuk menjaga suhu tetap normal.
8. Infeksi atau Penyakit Tertentu
Demam akibat infeksi, tuberkulosis, gangguan jantung, hingga beberapa jenis kanker dapat menyebabkan tubuh berkeringat berlebihan, terutama pada malam hari.
Kapan Harus Periksa
Segera lakukan pemeriksaan apabila keringat berlebih disertai gejala berikut:
Nyeri dada.
Sesak napas.
Berat badan turun tanpa sebab.
Demam berkepanjangan.
Jantung berdebar hebat.
Pingsan atau hampir kehilangan kesadaran.
Gejala tersebut dapat mengindikasikan adanya penyakit yang membutuhkan penanganan medis.
Cara Mengurangi Keringat Berlebih
Beberapa langkah sederhana yang dapat membantu mengurangi produksi keringat antara lain:
Menggunakan pakaian berbahan katun yang menyerap keringat.
Menjaga berat badan ideal.
Mengurangi konsumsi makanan pedas dan minuman berkafein.
Mengelola stres melalui relaksasi atau olahraga ringan.
Menggunakan antiperspiran sesuai anjuran.
Apabila keluhan terus berlanjut, dokter dapat memberikan terapi khusus seperti obat-obatan, suntikan botulinum toxin (Botox), hingga tindakan medis tertentu sesuai penyebabnya.
Badan yang mudah berkeringat saat tidak melakukan aktivitas berat memang tidak selalu menandakan penyakit serius.
Namun, kondisi tersebut juga tidak boleh diabaikan apabila terjadi terus-menerus atau disertai gejala lain.
Mengenali penyebab sejak dini akan membantu menentukan langkah penanganan yang tepat sehingga kualitas hidup tetap terjaga.
Jika produksi keringat terasa berlebihan dan mengganggu aktivitas sehari-hari, berkonsultasilah dengan tenaga medis untuk mendapatkan diagnosis yang akurat.