JurnalLugas.Com – Kepolisian Sektor Ciputat Timur masih menyelidiki insiden meninggalnya seorang pelajar perempuan berinisial AP, 14 tahun, di kawasan Stasiun Jurangmangu, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten.
Peristiwa tersebut terjadi pada Senin sore, 10 Agustus 2026. Informasi awal mengenai kejadian diterima petugas keamanan stasiun sekitar pukul 16.43 WIB setelah terdapat laporan seorang penumpang jatuh ke jalur kereta.
Kapolsek Ciputat Timur Kompol Bambang Askar Sodiq mengatakan personel kepolisian segera mendatangi lokasi setelah menerima laporan tersebut. Tim Unit Identifikasi Satreskrim Polres Tangerang Selatan juga dilibatkan untuk melakukan pemeriksaan di tempat kejadian perkara.
“Petugas langsung menuju lokasi dan melakukan penanganan serta pemeriksaan TKP,” kata Bambang dalam keterangannya, Selasa, 11 Agustus 2026.
Dari keterangan awal yang dihimpun polisi, korban sebelumnya berada di area peron ketika sebuah kereta api dari arah Tanah Abang memasuki Stasiun Jurangmangu.
Petugas keamanan stasiun kemudian mengetahui korban telah berada di jalur kereta. Polisi masih memeriksa berbagai keterangan untuk memastikan secara utuh bagaimana peristiwa tersebut terjadi.
Penyidik juga telah meminta keterangan dari sejumlah saksi, termasuk seorang teman sekolah korban. Berdasarkan pemeriksaan awal, korban dan saksi sebelumnya pulang sekolah bersama sebelum menuju Stasiun Jurangmangu.
Setibanya di stasiun, keduanya kemudian memilih menunggu kereta dari area peron yang berbeda. Setelah itu, terjadi peristiwa yang membuat korban berada di jalur kereta.
Hasil pemeriksaan awal di lokasi menunjukkan korban meninggal dunia dan mengalami luka pada bagian kepala. Polisi kemudian melakukan evakuasi untuk proses pemeriksaan medis lebih lanjut.
Jenazah korban dibawa ke RSUD Tangerang Selatan untuk menjalani visum et repertum. Pemeriksaan tersebut menjadi bagian dari proses penyelidikan untuk membantu kepolisian memperoleh informasi medis terkait kondisi korban.
Selain mengevakuasi korban, petugas juga mengamankan sejumlah barang milik korban yang dianggap berkaitan dengan kepentingan penyelidikan. Polisi turut berkoordinasi dengan pengelola stasiun serta menghubungi pihak keluarga.
Bambang mengatakan penyelidikan masih berlangsung. Polisi belum menyimpulkan penyebab pasti maupun seluruh rangkaian kejadian karena keterangan saksi dan temuan di lokasi masih didalami.
“Kami masih mendalami keterangan saksi dan rangkaian kejadian untuk memastikan penyebabnya,” ujar Bambang.
Kepolisian memastikan proses pemeriksaan terus dilakukan untuk memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai insiden tersebut. Seluruh informasi yang ditemukan di lapangan akan menjadi bahan bagi penyidik dalam menentukan kronologi kejadian secara lebih lengkap.
Hingga Selasa, 11 Agustus 2026, penyebab pasti meninggalnya pelajar tersebut masih dalam proses penyelidikan Polsek Ciputat Timur bersama jajaran Satreskrim Polres Tangerang Selatan.
Baca informasi terbaru seputar kriminal, hukum, dan peristiwa terkini di JurnalLugas.Com.
(Bowo)






