JurnalLugas.Com — Pemenuhan hak asasi manusia tidak selalu berbicara tentang persoalan hukum, kekerasan, atau perlindungan warga dari tindakan sewenang-wenang.
Hak dasar manusia juga menyentuh kebutuhan paling mendasar dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari pangan hingga kesehatan.
Pandangan tersebut disampaikan Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai saat berbicara di Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Mimika, Timika, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Selasa, 18 Agustus 2026.
Pigai menempatkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan cek kesehatan gratis dalam perspektif pemenuhan hak dasar masyarakat.
Menurutnya, negara memiliki tanggung jawab memastikan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok yang berkaitan langsung dengan keberlangsungan hidup.
Ia mengatakan hak atas pangan merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari hak hidup. Karena itu, kebijakan pemerintah yang diarahkan untuk memastikan masyarakat memperoleh makanan bergizi seharusnya dipandang sebagai bagian dari tanggung jawab negara terhadap pemenuhan HAM.
“Makan juga merupakan bagian dari HAM karena pangan berkaitan langsung dengan hak hidup manusia,” kata Pigai.
Pernyataan tersebut memperluas cara pandang mengenai HAM. Dalam kehidupan masyarakat, persoalan hak bukan hanya muncul ketika terjadi pelanggaran atau konflik hukum.
Ketika seseorang kesulitan memperoleh makanan yang layak, akses kesehatan terbatas, atau tidak mampu mendapatkan pelayanan dasar, persoalan tersebut juga bersinggungan dengan kualitas pemenuhan hak manusia.
Kata dia, manfaat kebijakan harus benar-benar sampai kepada masyarakat. Program pemerintah tidak cukup hanya memiliki tujuan yang baik di atas kertas, tetapi harus dapat dirasakan secara nyata oleh warga yang menjadi penerima manfaat.
Hal serupa berlaku pada sektor kesehatan. Pigai menilai pemeriksaan kesehatan gratis merupakan bagian lain dari upaya negara memenuhi hak masyarakat untuk memperoleh layanan kesehatan.
Menurutnya, pemeriksaan secara berkala memungkinkan seseorang mengetahui kondisi tubuhnya lebih awal. Dengan demikian, potensi gangguan kesehatan dapat diketahui sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih berat.
“Program cek kesehatan gratis membantu masyarakat mengetahui kondisi kesehatannya,” ujar Pigai.
Persoalan akses kesehatan menjadi semakin penting ketika berbicara mengenai wilayah pedalaman dan daerah yang secara geografis sulit dijangkau. Tidak semua masyarakat Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan layanan medis dengan mudah.
Baca berita dan informasi lainnya hanya di JurnalLugas.Com.
(Catur)






