JurnalLugas.Com – Kematian puluhan penguin di King Island, Tasmania, Australia, memicu pemeriksaan terhadap kemungkinan penyebaran flu burung H5N1. Sebanyak 28 penguin ditemukan mati bersama tiga burung dara laut jambul pada Rabu, 19 Agustus 2026.
King Island berada sekitar 100 kilometer dari lepas pantai barat laut Tasmania. Tim pemantau menemukan bangkai burung tersebut dan langsung melaporkannya kepada otoritas setempat.
Departemen Sumber Daya Alam dan Lingkungan Tasmania kemudian mengambil sampel untuk diuji. Pengendali insiden Wes Ford mengatakan pemeriksaan dilakukan untuk memastikan apakah kematian penguin berkaitan dengan virus H5N1.
“Sampel telah dikirim untuk pengujian,” kata Ford, seraya menyebut bangkai burung dikumpulkan untuk menekan risiko penularan lebih lanjut.
Kasus ini menjadi perhatian karena Tasmania baru melaporkan keberadaan H5N1 pada 13 Agustus 2026. Hingga 20 Agustus, tercatat 11 kasus terkonfirmasi di wilayah barat laut Tasmania dan King Island.
Otoritas setempat memperkirakan temuan burung sakit maupun mati masih mungkin bertambah. Warga juga diminta tidak menyentuh satwa yang sakit atau mati serta mengurangi aktivitas hewan peliharaan di luar rumah.
Ford mengimbau pemilik kucing menjaga hewan peliharaannya tetap berada di dalam rumah. Sementara anjing sebaiknya diajak berjalan dengan tali untuk mengurangi kemungkinan kontak dengan satwa liar.
Secara nasional, Australia mencatat 262 kasus positif H5N1 pada satwa liar hingga 18 Agustus. Sejauh ini, virus tersebut belum ditemukan pada unggas peliharaan maupun sektor peternakan komersial.
Perkembangan di King Island kini menjadi perhatian karena hasil pemeriksaan terhadap 28 penguin tersebut akan menentukan apakah kematian massal itu berkaitan dengan penyebaran H5N1 atau penyebab lainnya.
Baca berita lainnya hanya di JurnalLugas.Com.
(Dahlan)






