Tanda Ginjal Bermasalah Terlihat dari Urine, Jangan Abaikan Perubahannya

JurnalLugas.Com – Urine bukan sekadar sisa cairan yang dikeluarkan tubuh. Perubahannya dapat menjadi salah satu petunjuk awal adanya gangguan pada saluran kemih maupun fungsi ginjal.

Ginjal bekerja menyaring darah, membuang zat sisa dan kelebihan cairan, sekaligus mempertahankan berbagai zat yang masih dibutuhkan tubuh. Ketika fungsi penyaringan terganggu, sebagian kelainan dapat terlihat atau terdeteksi melalui urine.

Bacaan Lainnya

Namun, perubahan urine tidak selalu berarti seseorang mengalami penyakit ginjal. Karena itu, tanda yang muncul perlu dilihat bersama gejala lain dan, bila menetap, diperiksa secara medis.

1. Urine Berbusa atau Sangat Berbuih

Urine yang sesekali berbusa belum tentu menandakan masalah. Namun, urine yang terus-menerus tampak berbusa atau memiliki banyak gelembung dapat berkaitan dengan adanya protein dalam urine.

Protein, terutama albumin, pada kondisi normal lebih banyak berada di dalam darah. Jika penyaring ginjal mengalami kerusakan, protein dapat ikut keluar bersama urine. Kondisi ini disebut proteinuria atau albuminuria dan dapat menjadi salah satu tanda kerusakan ginjal.

National Kidney Foundation menjelaskan bahwa urine berbusa dapat menjadi petunjuk adanya protein, tetapi pemeriksaan urine tetap diperlukan untuk memastikan penyebabnya.

2. Urine Berwarna Merah atau Kecokelatan

Perubahan warna urine menjadi merah, merah muda, atau kecokelatan perlu diperhatikan, terutama jika terjadi tanpa penyebab yang jelas.

Salah satu kemungkinan adalah adanya darah dalam urine atau hematuria. Darah dalam urine dapat berkaitan dengan gangguan ginjal, tetapi juga bisa disebabkan infeksi saluran kemih, batu ginjal, obat tertentu, hingga kondisi lain.

Baca Juga  Ciri-ciri Ginjal Bermasalah Muncul Saat Buang Air Kecil, Jangan Abaikan Tanda-Tanda Ini

Karena penyebabnya beragam, urine yang mengandung darah sebaiknya tidak langsung disimpulkan sebagai penyakit ginjal. Pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui sumber masalahnya.

3. Urine Menjadi Lebih Sering Keluar, Terutama Malam Hari

Perubahan pola buang air kecil juga bisa menjadi tanda yang perlu diperhatikan. Salah satunya adalah meningkatnya frekuensi buang air kecil, termasuk lebih sering terbangun pada malam hari untuk buang air kecil.

Gejala tersebut dapat muncul pada gangguan ginjal yang sudah berkembang, meskipun bukan tanda yang khusus hanya untuk penyakit ginjal. NHS mencatat peningkatan kebutuhan buang air kecil, terutama pada malam hari, sebagai salah satu gejala yang dapat muncul pada penyakit ginjal kronis tahap lanjut.

4. Jumlah Urine Berubah Drastis

Perubahan jumlah urine juga tidak sebaiknya dianggap sepele. Buang air kecil jauh lebih sedikit atau lebih banyak dari biasanya dapat memiliki banyak penyebab, mulai dari asupan cairan, obat-obatan, hingga masalah pada ginjal atau saluran kemih.

Karena penyakit ginjal kronis pada tahap awal sering tidak menimbulkan gejala yang jelas, perubahan pola urine yang menetap menjadi alasan untuk melakukan pemeriksaan, terutama pada orang yang memiliki faktor risiko.

Tidak Semua Perubahan Urine Berarti Ginjal Rusak

Hal penting yang sering terlewat adalah urine dapat berubah karena berbagai kondisi.

Urine berwarna lebih gelap, misalnya, dapat terjadi ketika tubuh kekurangan cairan. Makanan dan obat tertentu juga dapat memengaruhi warna atau bau urine.

Baca Juga  Mengenal Tes Urine untuk Mengetahui Kesehatan Ginjal, Bisa Terlihat dari Hasil Pemeriksaan

Begitu pula dengan urine berbusa. Gelembung tidak selalu berarti proteinuria. Karena itu, pemeriksaan laboratorium jauh lebih dapat diandalkan dibanding hanya melihat perubahan urine secara kasatmata.

Kapan Perlu Memeriksakan Diri?

Jika perubahan urine berlangsung terus-menerus, muncul darah dalam urine, urine sangat berbusa, atau disertai pembengkakan pada kaki dan tangan, mudah lelah, mual, maupun perubahan pola buang air kecil, pemeriksaan medis sebaiknya dilakukan.

Pemeriksaan urine dapat melihat keberadaan protein, darah, sel darah putih, dan unsur lain. Dokter juga dapat meminta pemeriksaan darah seperti kreatinin untuk memperkirakan fungsi penyaringan ginjal melalui eGFR.

Yang juga penting, penyakit ginjal kronis sering berkembang tanpa gejala pada tahap awal. Karena itu, seseorang tidak seharusnya menunggu sampai urine berubah untuk memeriksa kesehatan ginjal, terutama bila memiliki risiko seperti diabetes atau tekanan darah tinggi.

Tanda ginjal bermasalah yang terlihat dari urine antara lain urine yang terus berbusa, adanya darah atau perubahan warna yang tidak biasa, serta perubahan pola dan jumlah buang air kecil.

Tetapi tanda tersebut bukan diagnosis. Pemeriksaan urine dan darah tetap diperlukan untuk mengetahui apakah benar terdapat gangguan pada ginjal.

Baca informasi kesehatan lainnya di JurnalLugas.Com.

(Lili)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait