Anwar Ibrahim Buka Wacana Pemilu Malaysia Digelar Lebih Awal

JurnalLugas.Com – Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim membuka kemungkinan pemilihan umum digelar lebih awal dari jadwal semula pada 2027. Namun, pemerintahannya menegaskan masih fokus menjalankan mandat yang sedang berlangsung.

Wacana pemilu lebih awal muncul di tengah upaya pemerintah memperkuat pemulihan ekonomi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mempercepat pemberantasan korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan.

Bacaan Lainnya

Anwar menyebut pemerintahan federal masih stabil dan memiliki mandat untuk menjalankan roda pemerintahan secara efektif.

Baca Juga  Trump Ultimatum 34 Tewas Konflik Thailand-Kamboja Pertemuan Damai di Malaysia Hari Ini

Ia menegaskan pemberantasan korupsi tidak boleh dikaitkan dengan kepentingan kelompok atau latar belakang ras tertentu.

“Pemberantasan korupsi berlaku untuk semua, tanpa melihat ras maupun wilayah,” ujar Anwar.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Barisan Nasional (BN) Zambry Abd Kadir menyatakan koalisinya tetap mendukung pemerintahan persatuan dan stabilitas politik Malaysia.

Menurut Zambry, dukungan terhadap kemungkinan pemilu lebih awal tidak otomatis berarti BN yakin akan memenangkan kontestasi dan membentuk pemerintahan berikutnya.

Parlemen Malaysia ke-15 dijadwalkan berakhir pada 18 Desember 2027 jika menjalani masa jabatan penuh. Artinya, pemilu dapat digelar lebih cepat apabila pemerintah mengambil keputusan untuk membubarkan parlemen sebelum masa tersebut berakhir.

Untuk saat ini, Anwar masih menempatkan stabilitas pemerintahan, pemulihan ekonomi, dan agenda antikorupsi sebagai prioritas utama.

Baca berita lainnya hanya di JurnalLugas.Com.

(Dahlan)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait