Harga Emas Dunia Tertekan, Pasar Mulai Waspadai Sikap The Fed

JurnalLugas.Com – Harga emas dunia kembali berada di bawah tekanan setelah data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) memperkuat perhatian pasar terhadap kemungkinan perubahan arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed).

Pada perdagangan Senin (7/9/2026), harga emas spot tercatat turun 0,54 persen menjadi USD4.406,06 per troy ons. Pergerakan tersebut terjadi ketika volume transaksi relatif terbatas karena pasar AS sedang libur.

Bacaan Lainnya

Data ketenagakerjaan AS yang dirilis sebelumnya menjadi salah satu pemicu tekanan terhadap emas. Pertumbuhan lapangan kerja pada Agustus dinilai cukup kuat, sedangkan tingkat pengangguran bertahan di 4,1 persen.

Kondisi itu membuat ekspektasi pasar terhadap kebijakan The Fed ikut berubah. Berdasarkan CME FedWatch Tool, peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan kebijakan berikutnya meningkat menjadi sekitar 60 persen, dari sebelumnya 50 persen.

Baca Juga  Harga Emas Bergejolak? Strategi “Buy the Dip” Dinilai Cerdas Amankan Aset Jangka Panjang

Analis Saxo Bank Ole Hansen menilai penguatan imbal hasil obligasi AS setelah keluarnya data tenaga kerja menjadi salah satu faktor yang membebani emas. Pasar kini juga menunggu data inflasi AS sebagai petunjuk tambahan mengenai langkah The Fed.

Data Producer Price Index (PPI) dijadwalkan keluar pada Kamis (10/9), kemudian disusul Consumer Price Index (CPI) pada Jumat (11/9). Dua data tersebut berpotensi menjadi perhatian utama investor menjelang keputusan kebijakan moneter The Fed.

Emas selama ini banyak dipandang sebagai aset lindung nilai ketika inflasi meningkat. Namun, kenaikan suku bunga dapat mengurangi daya tarik emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil seperti instrumen berbasis bunga.

Baca Juga  Harga Emas Antam Hari Ini Bertahan, Buyback Naik Rp20 Ribu

Di sisi lain, ketidakpastian geopolitik dan kenaikan harga energi masih menjadi faktor yang perlu diperhatikan pasar. Tekanan inflasi dari sektor energi berpotensi memengaruhi perhitungan investor terhadap kebijakan moneter AS.

Dengan demikian, arah harga emas dalam waktu dekat tidak hanya ditentukan oleh permintaan terhadap aset safe haven, tetapi juga oleh data ekonomi AS dan sinyal terbaru dari The Fed.

Baca berita ekonomi dan pasar lainnya hanya di JurnalLugas.Com.

(Endarto)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait