Houthi Kembali Gempur Arab Saudi, 73 Warga Sipil Terluka

JurnalLugas.Com – Sedikitnya 73 warga sipil terluka setelah kelompok Houthi melancarkan serangkaian serangan yang menyasar sejumlah wilayah dan fasilitas ekonomi di Arab Saudi bagian selatan, Selasa, 8 September 2026.

Bacaan Lainnya

Serangan tersebut dilaporkan mengenai kawasan Abha, Khamis Mushait, Jazan, dan Najran. Juru bicara koalisi militer pimpinan Arab Saudi di Yaman, Mayjen Turki al-Maliki, mengatakan sasaran serangan berada di area sipil dan komersial.

Menurut Al-Maliki, korban luka termasuk perempuan dan anak-anak. Ia menilai serangan tersebut sebagai eskalasi berbahaya yang mengancam keamanan Arab Saudi sekaligus memperbesar ketegangan di kawasan.

Baca Juga  Abdulmalik al-Houthi Serukan Demo Massal Bela Iran, Siapkan Eskalasi

Koalisi Saudi menyatakan akan mengambil langkah operasional yang diperlukan untuk melindungi masyarakat dan menekan sumber ancaman. Pemerintah dan militer Yaman yang mendukung Riyadh juga menyatakan siap berkoordinasi dalam menghadapi ancaman Houthi.

Serangan ini muncul ketika pertempuran di Yaman kembali menunjukkan tanda-tanda peningkatan. Pasukan pemerintah Yaman sebelumnya melaporkan kemajuan di sejumlah front, termasuk Al-Jawf, Al-Bayda, Taiz, dan Al-Hudaydah.

Situasi tersebut memunculkan kekhawatiran konflik berskala besar kembali pecah setelah periode relatif tenang sejak April 2022. Yaman sendiri telah berada dalam pusaran perang selama bertahun-tahun setelah Houthi menguasai ibu kota Sanaa pada 2014.

Ketegangan juga merembet ke jalur pelayaran internasional. Houthi sebelumnya meningkatkan serangan terhadap kapal komersial di kawasan Laut Merah, yang memicu kekhawatiran terhadap keamanan perdagangan dan pelayaran global.

Baca Juga  Irak Kecam Serangan AS dan Arab Saudi ke PMF, Langgar Kedaulatan Hukum Internasional

Arab Saudi sebagai salah satu pendukung utama pemerintah Yaman yang diakui secara internasional sebelumnya telah mengumumkan rencana membentuk aliansi maritim internasional.

Perkembangan terbaru ini membuat konflik Yaman kembali menjadi perhatian, terutama karena serangan terhadap wilayah Saudi berpotensi memperluas ketegangan dari medan perang domestik menjadi persoalan keamanan regional.

Baca berita internasional dan perkembangan terkini lainnya di JurnalLugas.Com.

(Handoko)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait