JurnalLugas.Com – Kasus dugaan keracunan setelah menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Pariaman, Sumatera Barat, terus bertambah.
Data terbaru mencatat sedikitnya 126 siswa mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Para siswa tersebut berasal dari penerima manfaat MBG yang dilayani SPPG di wilayah Pauh. Sebelumnya, jumlah korban yang terdata masih puluhan orang. Namun setelah dilakukan pendataan lebih lanjut, angka tersebut meningkat menjadi 126 siswa.
Sejumlah siswa mengalami keluhan seperti mual, muntah, pusing hingga gangguan kesehatan lainnya setelah menyantap menu MBG. Sebagian korban kemudian mendapatkan penanganan medis di RSUD M Yamin Pariaman.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Pariaman Rudy Repenaldi Rilis mengatakan pendataan masih dilakukan karena SPPG tersebut tidak hanya melayani satu sekolah. Dengan demikian, kemungkinan adanya penerima MBG lain yang mengalami gejala serupa masih terbuka.
Menurut Rudy, petugas kesehatan masih memastikan jumlah korban sekaligus memantau kondisi para siswa yang telah mendapatkan perawatan.
“Dugaan keracunan tersebut juga masih membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab sebenarnya,” jelasnya, Selasa 15 September 2026.
Pemerintah Kota Pariaman sebelumnya mengambil langkah menghentikan sementara distribusi MBG dari SPPG terkait setelah munculnya laporan siswa mengalami gangguan kesehatan.
Kasus ini kembali menjadi perhatian karena menyangkut keamanan makanan yang dikonsumsi anak-anak di sekolah. Penyebab pasti kejadian belum dapat disimpulkan sebelum pemeriksaan dan penyelidikan terhadap makanan serta proses pengolahannya selesai.
Perkembangan jumlah korban menjadi 126 siswa menunjukkan bahwa persoalan tersebut tidak lagi sebatas laporan awal dari satu sekolah.
Pemeriksaan menyeluruh terhadap SPPG dan menu yang dibagikan menjadi penting untuk memastikan kejadian serupa tidak kembali terjadi.
Baca berita lainnya
JurnalLugas.Com
(Bowo)






