Ciri-Ciri Ginjal Tidak Berfungsi dengan Baik, Sering Muncul Tanpa Disadari

JurnalLugas.Com – Ginjal memiliki peran penting dalam menyaring limbah dari darah, membuang kelebihan cairan melalui urine, menjaga keseimbangan mineral, serta membantu mengatur tekanan darah dan produksi sel darah merah.

Masalahnya, gangguan fungsi ginjal sering berkembang secara perlahan. Pada tahap awal, seseorang bahkan bisa tidak merasakan keluhan apa pun. Karena itu, perubahan tertentu pada tubuh perlu diperhatikan, terutama jika muncul berulang atau semakin berat.

Bacaan Lainnya

Berikut beberapa ciri yang dapat muncul ketika fungsi ginjal mulai terganggu.

1. Tubuh Mudah Lelah

Rasa lelah yang tidak biasa dapat menjadi salah satu tanda ketika fungsi ginjal sudah menurun. Penurunan fungsi ginjal dapat berkaitan dengan anemia dan penumpukan zat sisa dalam tubuh.

Keluhan ini sering dianggap hanya akibat kurang tidur atau aktivitas padat, padahal jika berlangsung terus-menerus perlu dicari penyebabnya.

2. Kaki dan Pergelangan Membengkak

Ginjal yang tidak mampu membuang kelebihan cairan dan garam secara optimal dapat menyebabkan cairan menumpuk di tubuh.

Pembengkakan bisa terlihat pada kaki, pergelangan kaki, tungkai, dan pada kondisi tertentu dapat muncul di bagian tubuh lainnya.

3. Perubahan pada Urine

Perubahan kebiasaan buang air kecil juga patut diperhatikan. Seseorang dapat mengalami frekuensi buang air kecil yang berbeda dari biasanya, termasuk lebih sering atau justru lebih sedikit.

Urine yang tampak berbusa juga dapat menjadi tanda adanya protein dalam urine. Namun, perubahan urine tidak otomatis berarti seseorang mengalami penyakit ginjal karena berbagai kondisi lain juga dapat menyebabkan perubahan tersebut.

Baca Juga  Stres Berkepanjangan, Apakah Berpengaruh pada Ginjal? Ini Penjelasan dan Tanda Perlu Diwaspadai

4. Mual dan Nafsu Makan Menurun

Ketika penyakit ginjal sudah berkembang, penumpukan zat sisa dalam tubuh dapat disertai keluhan seperti mual, muntah, kehilangan nafsu makan, hingga penurunan berat badan tanpa direncanakan.

Keluhan seperti ini sebaiknya tidak dianggap sepele apabila berlangsung lama atau disertai gejala lain.

5. Kulit Kering dan Gatal

Kulit kering atau rasa gatal yang sulit dijelaskan juga dapat muncul pada gangguan ginjal yang lebih lanjut.

Menurut informasi medis, gangguan fungsi ginjal dapat berkaitan dengan perubahan keseimbangan mineral dan zat tertentu dalam tubuh sehingga menimbulkan keluhan pada kulit.

6. Kram dan Otot Terasa Lemah

Gangguan keseimbangan elektrolit dan mineral dapat menyebabkan kram otot, kelemahan, atau sensasi tidak nyaman pada tubuh.

Pada kondisi fungsi ginjal yang semakin menurun, gangguan keseimbangan tersebut dapat menjadi salah satu komplikasi yang perlu mendapat perhatian medis.

7. Sulit Berkonsentrasi

Penurunan fungsi ginjal yang cukup berat dapat membuat seseorang merasa sulit berkonsentrasi, mudah lelah, atau mengalami gangguan tidur.

Pada kondisi yang lebih parah, penumpukan zat sisa dalam darah bahkan dapat menyebabkan kebingungan dan gangguan kemampuan berpikir.

8. Sesak Napas

Sesak napas dapat muncul pada penyakit ginjal yang sudah lanjut, antara lain karena penumpukan cairan atau komplikasi lain yang menyertai penurunan fungsi ginjal.

Keluhan sesak yang berat, terutama jika terjadi tiba-tiba, perlu mendapatkan pertolongan medis segera.

Baca Juga  Mengenal Tes Urine untuk Mengetahui Kesehatan Ginjal, Bisa Terlihat dari Hasil Pemeriksaan

Jangan Menunggu Gejala Menjadi Berat

Hal penting yang sering terlewat adalah penyakit ginjal kronis tidak selalu memberikan tanda pada tahap awal. Banyak orang baru mengetahui adanya masalah setelah menjalani pemeriksaan darah atau urine.

“Gejala saja tidak cukup untuk memastikan kondisi ginjal,” demikian inti penjelasan lembaga kesehatan ginjal. Pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui apakah fungsi penyaringan ginjal mengalami penurunan.

Pemeriksaan yang umum digunakan antara lain tes darah untuk menghitung estimated glomerular filtration rate (eGFR) serta pemeriksaan urine untuk melihat urine albumin-creatinine ratio (uACR). Kedua pemeriksaan tersebut membantu dokter menilai fungsi ginjal sekaligus melihat kemungkinan adanya kerusakan ginjal.

Risiko penyakit ginjal juga lebih tinggi pada orang yang memiliki diabetes, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, obesitas, riwayat keluarga penyakit ginjal, atau pernah mengalami cedera ginjal akut.

Karena itu, munculnya pembengkakan, perubahan urine, mudah lelah, mual, gatal, atau keluhan lain secara terus-menerus sebaiknya tidak langsung disimpulkan sebagai penyakit ginjal. Namun, kondisi tersebut juga tidak seharusnya diabaikan.

Pemeriksaan medis menjadi cara yang lebih tepat untuk mengetahui apakah ginjal masih bekerja dengan baik atau sudah mengalami penurunan fungsi.

Baca berita lainnya
JurnalLugas.Com

(Wening)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait