Hubungan Infeksi Saluran Kemih dengan Kerusakan Ginjal, Jangan Dianggap Sepele

JurnalLugas.Com — Infeksi saluran kemih atau ISK sering dianggap sebagai gangguan ringan karena keluhannya biasanya hanya berupa rasa perih saat buang air kecil, lebih sering ingin berkemih, atau urine yang berubah warna dan bau.

Bacaan Lainnya

Namun, ISK tidak selalu berhenti di kandung kemih. Jika infeksi tidak ditangani dengan tepat, bakteri dapat bergerak naik melalui saluran kemih menuju ginjal. Pada kondisi tersebut, infeksi dapat berkembang menjadi pielonefritis atau infeksi ginjal yang berisiko menimbulkan kerusakan pada jaringan ginjal.

Bagaimana ISK Bisa Merusak Ginjal?

Saluran kemih terdiri dari ginjal, ureter, kandung kemih, dan uretra. Sebagian besar ISK bermula dari bagian bawah saluran kemih, terutama uretra atau kandung kemih.

Masalah muncul ketika bakteri tidak segera dikendalikan. Infeksi dapat bergerak dari kandung kemih melewati ureter hingga mencapai ginjal. Menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK), sebagian besar infeksi ginjal bermula dari infeksi pada kandung kemih yang kemudian menyebar ke ginjal.

“Early treatment prevents most complications,” demikian penjelasan NIDDK mengenai infeksi ginjal dan pentingnya penanganan sejak dini.

Artinya, ISK bukan berarti pasti menyebabkan kerusakan ginjal. Risiko menjadi lebih serius terutama ketika infeksi menyebar ke ginjal, tidak ditangani, berulang, atau terdapat kondisi lain yang menghambat aliran urine.

Kerusakan Ginjal Bisa Terjadi

Infeksi ginjal yang berat atau tidak ditangani dapat menyebabkan terbentuknya jaringan parut pada ginjal. Dalam kondisi tertentu, jaringan parut tersebut dapat berkaitan dengan penyakit ginjal kronis, tekanan darah tinggi, hingga gagal ginjal.

Karena itu, anggapan bahwa ISK selalu bisa sembuh sendiri perlu dihindari. Mayo Clinic menjelaskan bahwa ISK yang tidak ditangani dapat menyebar ke ginjal dan menyebabkan kerusakan yang menetap.

Risiko juga dapat meningkat pada orang yang memiliki batu ginjal, pembesaran prostat, gangguan struktur saluran kemih, kesulitan mengosongkan kandung kemih, diabetes, atau sistem kekebalan tubuh yang melemah. Sumbatan saluran kemih dapat membuat urine tertahan dan menciptakan kondisi yang mendukung terjadinya infeksi ginjal.

Kenali Saat ISK Mulai Menyerang Ginjal

Gejala ISK bagian bawah dapat berupa rasa terbakar ketika buang air kecil, sering buang air kecil, dorongan kuat untuk berkemih, serta perubahan warna atau bau urine.

Ketika infeksi sudah mencapai ginjal, gejalanya dapat menjadi lebih berat. Demam dan menggigil, nyeri pada punggung atau sisi tubuh, mual, muntah, serta urine keruh atau berdarah merupakan beberapa tanda yang perlu diperhatikan.

Nyeri pada bagian pinggang atau sisi tubuh yang disertai demam tidak sebaiknya dianggap sebagai keluhan ISK biasa. Kondisi tersebut dapat menunjukkan bahwa infeksi sudah melibatkan saluran kemih bagian atas.

Mengapa Pengobatan Dini Penting?

Infeksi ginjal akibat bakteri umumnya membutuhkan antibiotik yang diberikan berdasarkan penilaian tenaga kesehatan. Pada kondisi yang berat, pengobatan dapat membutuhkan antibiotik melalui infus dan perawatan di rumah sakit.

Penanganan bukan hanya untuk menghilangkan rasa nyeri atau rasa tidak nyaman saat buang air kecil. Tujuan utamanya adalah menghentikan infeksi sebelum bakteri terus bergerak ke bagian saluran kemih yang lebih tinggi.

Jika terdapat batu ginjal atau sumbatan lain, penyebab tersebut juga perlu ditangani karena hambatan aliran urine dapat membuat infeksi lebih sulit dikendalikan.

Yang perlu dipahami, obat pereda nyeri hanya dapat membantu mengurangi keluhan tertentu dan bukan menggantikan pengobatan terhadap infeksi bakteri. Penggunaan antibiotik juga sebaiknya sesuai resep dan petunjuk tenaga kesehatan.

Jangan Menunggu Sampai Muncul Komplikasi

Tidak semua ISK akan berakhir dengan kerusakan ginjal. Ketika didiagnosis dan ditangani secara tepat, sebagian besar infeksi ginjal dapat sembuh tanpa komplikasi serius.

Namun, infeksi yang terlambat ditangani dapat berkembang menjadi masalah yang jauh lebih serius. Selain kerusakan ginjal, infeksi yang mencapai ginjal juga dapat menyebar ke aliran darah dan menyebabkan sepsis, kondisi yang dapat mengancam nyawa.

Karena itu, rasa perih saat buang air kecil yang terus berlanjut, urine berdarah, demam, menggigil, nyeri pinggang, atau mual dan muntah perlu mendapat perhatian medis, terutama jika muncul bersamaan.

Hubungan ISK dengan kerusakan ginjal pada dasarnya terletak pada penyebaran infeksi. ISK yang berada di kandung kemih tidak otomatis merusak ginjal, tetapi infeksi yang tidak tertangani dapat naik menuju ginjal dan menimbulkan peradangan serta komplikasi.

Menangani ISK lebih awal bukan sekadar untuk menghilangkan rasa tidak nyaman. Langkah tersebut juga menjadi bagian penting dalam mencegah infeksi berkembang menjadi penyakit ginjal yang lebih serius.

Baca berita lainnya
JurnalLugas.Com

(Wening)

Tombol Google News - JurnalLugas
Baca Juga  Gejala Batu Ginjal pada Pria dan Wanita yang Sering Diabaikan

Pos terkait