JurnalLugas.Com – Evaluasi dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka menghadirkan catatan tersendiri bagi posisi wakil presiden.
Riset Celios bersama KabinetBayangan menunjukkan penilaian terhadap kinerja Gibran berbeda antara kalangan ahli dan masyarakat umum.
Dalam riset yang dipaparkan secara daring pada Minggu (11/10/2026), Direktur Eksekutif Celios Bhima Yudhistira menyampaikan hasil penilaian dari dua kelompok responden tersebut.
Kalangan ahli memberikan skor 2,2 dari skala 10 terhadap kinerja Gibran. Sementara itu, masyarakat umum memberikan skor 4,9 dari skala yang sama.
“Untuk Gibran, ahli bilang 2,2 dari 10. Sementara untuk masyarakat umum menilai kinerja dari Wakil Presiden Gibran itu 4,9 dari 10,” kata Bhima saat memaparkan hasil riset.
Selisih penilaian kedua kelompok itu menjadi salah satu hal yang menarik dari evaluasi tersebut. Meski berbeda, skor yang diberikan oleh kalangan ahli maupun masyarakat umum sama-sama berada di bawah lima.
Hasil ini menggambarkan penilaian responden yang terlibat dalam riset, bukan ukuran tunggal untuk menyimpulkan pandangan seluruh masyarakat terhadap wakil presiden.
Penilaian Presiden Juga Masuk Evaluasi
Riset tersebut turut menyoroti kinerja Presiden Prabowo Subianto selama dua tahun pemerintahan.
Berdasarkan pemaparan Bhima, kelompok ahli memberikan skor 2,8 dari 10 terhadap kinerja Prabowo. Adapun masyarakat umum memberikan nilai 4,6 dari 10.
Bhima menjelaskan bahwa penilaian masyarakat umum terhadap presiden menggunakan pertanyaan mengenai pelaksanaan fungsi kepala negara.
“Jadi keduanya sama-sama skornya sebenarnya di bawah angka 5,” ujar Bhima ketika menjelaskan hasil penilaian terhadap presiden dan wakil presiden.
Temuan tersebut memperlihatkan bahwa evaluasi terhadap dua pemimpin nasional itu menjadi bagian penting dalam riset yang dilakukan Celios dan KabinetBayangan.
Namun, angka penilaian perlu dibaca bersama metode penelitian, karakteristik responden, serta indikator yang digunakan.
Tanpa memahami unsur-unsur tersebut, skor survei tidak cukup untuk menjelaskan secara terperinci penyebab penilaian terhadap masing-masing pejabat.
Metode Survei Perlu Menjadi Perhatian
Dalam laporan mengenai riset tersebut, pengumpulan data disebut berlangsung pada 15 September hingga 9 Oktober 2026. Penelitian melibatkan 129 responden ahli dan 1.142 responden masyarakat umum dari berbagai wilayah.
Survei masyarakat umum menggunakan metode non-probability sampling melalui Meta Ads. Sementara itu, responden ahli dijaring dengan metode snowball sampling.
Perbedaan metode tersebut penting diperhatikan ketika membaca hasil survei. Metode non-probability sampling tidak memberikan peluang pemilihan yang sama kepada setiap anggota populasi, sehingga hasilnya tidak dapat langsung dianggap mewakili seluruh masyarakat Indonesia secara statistik.
Karena itu, hasil evaluasi ini lebih tepat dipahami sebagai gambaran penilaian kelompok responden yang dihimpun dalam penelitian tersebut.
Hasil riset itu menjadi salah satu bahan untuk mencermati evaluasi perjalanan pemerintahan Prabowo-Gibran.
Penilaian yang lebih menyeluruh tetap membutuhkan penjelasan mengenai indikator kinerja, capaian program, serta dampak kebijakan yang dirasakan masyarakat.
Baca berita lainnya
JurnalLugas.Com
(Soefriyanto news)






