Tabrak Ranjau Supertanker Meledak di Selat Hormuz, Kapal LPG NV Sunshine Ikut Terbakar

JurnalLugas.Com – Ketegangan maritim di Selat Hormuz meningkat setelah Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengklaim sebuah kapal supertanker mengalami ledakan hebat saat mencoba keluar dari jalur perairan tersebut melalui rute yang dinilai ilegal.

Dalam pernyataan yang dipublikasikan melalui media resmi IRGC, Sepah, Sabtu (10/10), pihak Iran menyebut kapal pengangkut minyak mentah itu meledak setelah menghantam ranjau laut. Kapal kemudian terbakar, sementara sistem navigasi dan GPS dilaporkan tidak aktif.

Bacaan Lainnya

IRGC menuding kapal tersebut melanggar ketentuan pelayaran yang diberlakukan Iran. Rute yang digunakan disebut sebagai jalur berisiko tinggi, sehingga kapal yang melintas tanpa mengikuti aturan menghadapi ancaman keselamatan serius.

Peringatan itu sekaligus menegaskan sikap Iran yang semakin keras dalam mengawasi lalu lintas kapal tanker di salah satu jalur strategis perdagangan energi dunia.

Kapal LPG NV Sunshine Juga Dilaporkan Terbakar

Sehari sebelumnya, Jumat (9/10), Angkatan Laut IRGC mengumumkan telah menyerang kapal pengangkut gas minyak cair atau liquefied petroleum gas (LPG) bernama NV Sunshine.

Baca Juga  Laporan Intelijen Barat, China dan Rusia Fix Dukung Iran, Siap Gempur AS-Israel

Menurut keterangan militer Iran, kapal tersebut berusaha melintasi Selat Hormuz melalui jalur yang dianggap ilegal di bagian selatan selat. Serangan itu dilaporkan menyebabkan kebakaran di ruang mesin dan sistem penggerak kapal.

“Ruang mesin dan sistem propulsi kapal tersebut terbakar,” demikian keterangan Angkatan Laut IRGC.

Pihak Iran juga menyalahkan militer Amerika Serikat atas insiden tersebut dan meningkatnya ketegangan di perairan kawasan.

Namun, klaim mengenai penyebab ledakan, dugaan serangan, serta kondisi kedua kapal tersebut masih perlu dibedakan dari informasi yang telah diverifikasi secara independen.

Iran Perluas Ancaman terhadap Kapal yang Melanggar Aturan

IRGC memperingatkan bahwa tindakan terhadap kapal yang melanggar aturan tidak akan terbatas di Selat Hormuz. Kapal yang menggunakan jalur tidak resmi disebut berpotensi menghadapi tindakan militer.

Kebijakan pengawasan ketat itu berkaitan dengan langkah Iran pada 28 Februari yang membatasi jalur aman bagi kapal-kapal milik Israel dan Amerika Serikat maupun kapal yang dinilai memiliki hubungan dengan kedua negara tersebut, setelah serangan gabungan terhadap wilayah Iran.

Situasi ini menempatkan Selat Hormuz dalam posisi sensitif. Jalur tersebut merupakan salah satu lintasan penting bagi distribusi minyak dan gas dunia.

Gangguan terhadap pelayaran di kawasan ini berpotensi memengaruhi pengiriman energi, meningkatkan biaya transportasi, serta menambah risiko bagi perusahaan pelayaran dan pemilik kapal tanker.

Klaim ledakan supertanker dan insiden kapal LPG NV Sunshine menunjukkan bahwa persoalan jalur pelayaran kini menjadi bagian penting dari eskalasi ketegangan Iran dengan Amerika Serikat.

Bagi industri energi, perkembangan berikutnya tidak hanya bergantung pada pernyataan militer, tetapi juga pada kepastian keamanan pelayaran, kondisi kapal yang terdampak, dan kemampuan kapal komersial untuk melintasi Selat Hormuz tanpa menghadapi ancaman baru.

Informasi lebih lanjut mengenai insiden tersebut diperlukan untuk memastikan skala kerusakan, kondisi awak kapal, serta dampaknya terhadap aktivitas pelayaran di kawasan strategis itu.

Baca berita lainnya
JurnalLugas.Com

(Dahlan)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait