Akankah Bitcoin Berjaya Lebih Rp1 miliar Ini Analisa Pergerakan Harga Bitcoin CPI serta PPI BTC

JurnalLugas.Com – Bitcoin terus berupaya membentuk tren kenaikan setelah berhasil mempertahankan level support kuat di US$60.000 selama tujuh hari perdagangan.

Pergerakan harga Bitcoin kini berada di persimpangan, menantikan rilis data Indeks Harga Konsumen (CPI) dan Indeks Harga Produsen (PPI) pekan ini.

Bacaan Lainnya

Pada pekan yang sama, pidato Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat (Federal Reserve/The Fed), Jerome Powell, juga menjadi perhatian.

Pernyataannya dapat mempengaruhi daya tarik investasi pada Bitcoin, baik mendukung maupun menghancurkan tren kenaikan.

Setelah menghadapi tekanan jual pekan lalu, Bitcoin mencoba bangkit mendekati level krusial US$63.000 pada Selasa (14/5/2024).

Saat ini, Bitcoin berada di level US$61.995, menguat 0,85% dalam 24 jam terakhir, dengan kapitalisasi pasar naik ke US$1,21 triliun.

Kapitalisasi pasar kripto secara keseluruhan juga menguat 2,43% menjadi US$2,31 triliun.

Analis dari Ajaib Kripto, Panji Yudha, menyebutkan bahwa perdagangan ETF Bitcoin Spot pekan lalu ditutup dengan Net Inflow sebesar US$116,8 juta, dibuka positif dengan Inflow US$217 juta pada Senin (6/5/2024) dan ditutup dengan Outflow US$84,70 juta pada Jumat (10/5/2024).

“Bitcoin sempat mencapai US$63.500 pada Kamis (9/5/2024) pekan lalu, didorong oleh data klaim pengangguran awal di AS yang mencapai 231.000, lebih tinggi dari perkiraan pasar 212.000 dan tertinggi sejak Agustus 2023,” menurut riset yang diterbitkan Selasa (14/5/2024).

Baca Juga  Bitcoin Hampir Tembus US$80.000 Dana Raksasa Masuk Saat Dunia Memanas

Namun, keesokan harinya harga Bitcoin kembali turun ke US$60.200 setelah laporan Universitas Michigan pada Jumat (10/5) menunjukkan sentimen konsumen AS menurun ke level terendah dalam enam bulan karena kekhawatiran biaya rumah tangga.

Secara teknikal, Panji menganalisis Bitcoin masih memiliki potensi menguji resistance di US$64.000 dan MA-50 di sekitar US$65.250, asalkan tetap bertahan di atas MA-20 dan MA-100.

Jika melemah di bawah MA-20 dan MA-100, Bitcoin kemungkinan akan kembali ke support US$60.000.

“Kenaikan Bitcoin dalam 24 jam terakhir juga berdampak positif pada Altcoin, terutama Memecoin yang mendominasi top gainers pagi tadi seperti PEPE (+16,65%), FLOKI (+12,82%), serta DOGE, BOME, dan BONK yang kompak naik di atas 7% dalam periode 24 jam,” kata Panji.

Sentimen Pasar Kripto Pekan Ini
Investor aset kripto bersiap menghadapi minggu penting dengan fokus pada indikator ekonomi AS di tengah ketidakpastian pasar.

Menurut Survei Federal Reserve Bank of New York yang dirilis Senin (13/5/2024), inflasi diperkirakan mencapai 3,3% dalam setahun, naik dari 3% pada Maret. Inflasi tiga tahun dari sekarang diprediksi mencapai 2,8%.

Pekan ini, pasar akan mendapatkan pandangan lebih lanjut mengenai inflasi AS. Pada Selasa (14/5/2024), AS akan merilis data Indeks Harga Produsen (PPI), dan sehari kemudian Indeks Harga Konsumen (CPI).

Indeks Harga Konsumen AS untuk April diperkirakan sebesar 0,4% (month-to-month/mtm), sama dengan bulan sebelumnya, dan 3,4% (year-on-year/yoy), sedikit melambat dari 3,5% yoy sebelumnya.

Baca Juga  Tren Harga Aset Kripto Bitcoin dan Altcoin Lainnya dalam Pergerakan Sideways

Indeks Harga Produsen untuk April diprediksi naik menjadi 0,3% mtm, lebih tinggi dari 0,2% mtm sebelumnya, dan secara tahunan diperkirakan mencapai 2,2% yoy, naik dari 2,1% yoy sebelumnya.

“Data ekonomi, terutama CPI dan PPI, bersama dengan komentar pejabat The Fed, berpotensi menjadi katalis utama pergerakan pasar kripto pekan ini,” ujar Panji.

Jika data yang dirilis sesuai atau lebih rendah dari perkiraan, optimisme dapat mendorong Bitcoin naik di atas US$65.000. Sebaliknya, jika data lebih tinggi dari ekspektasi, Bitcoin bisa turun di bawah US$60.000 ke kisaran US$56.000 – US$57.000.

“Trader juga sangat sensitif terhadap pidato Jerome Powell, terutama terkait kebijakan The Fed. Investor tidak memperkirakan penurunan suku bunga pada pertemuan Fed berikutnya di Juni, namun fokus tertuju pada September untuk kemungkinan penurunan suku bunga pertama pada 2024,” jelas Panji.

Menurut alat FedWatch CME, peluang pemangkasan suku bunga pada pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) di Juli sebesar 24,6% dan 48,6% pada pertemuan September.

Pada pertemuan terdekat, trader memprediksi 96,5% suku bunga tidak akan berubah pada Juni. Namun, ada juga trader yang mengantisipasi kemungkinan lain.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait