Stabilitas Rupiah di Tengah Penguatan Mata Uang Asia Berikut Analisisnya

Pile of Indonesian banknotes on the desk

JurnalLugas.Com – Pada pembukaan pasar spot hari ini, Selasa (28/5/2024), nilai tukar rupiah stabil di kisaran Rp16.000-an per dolar AS, tepatnya Rp16.075/US$. Rupiah tidak bergerak dari posisi penutupan hari sebelumnya, meskipun mayoritas mata uang Asia menunjukkan tren penguatan melawan dolar Amerika Serikat (AS).

Kinerja Mata Uang Asia
Beberapa mata uang Asia mengalami penguatan dengan peso Filipina memimpin sebesar 0,32%, diikuti won Korea sebesar 0,28%, dolar Singapura 0,15%, ringgit Malaysia 0,13%, dan dolar Taiwan 0,11%. Sebaliknya, rupiah bersama rupee India dan yuan China sedikit tertekan.

Bacaan Lainnya

Analisis Teknis Rupiah
Secara teknis, nilai tukar rupiah menunjukkan potensi melemah dengan koreksi terbatas di rentang Rp16.070 hingga Rp16.100/US$, dengan support kuat di Rp16.150/US$.

Resistance psikologis terdekat berada di level Rp16.000/US$ pada time frame harian. Jika rupiah mampu menembus resistance ini, ada peluang untuk menguat hingga Rp15.980/US$.

Baca Juga  Lelang SBSN Pemerintah Raih Rp8 Triliun dari Penawaran Rp24,79 Triliun Ini Rinciannya

Namun, selama nilai tukar berada di atas Rp16.050/US$, kemungkinan pelemahan masih ada. Sebaliknya, penguatan di bawah Rp16.000/US$ dalam jangka pendek dapat mendorong nilai tukar menuju Rp15.900/US$.

Faktor Ekonomi yang Mempengaruhi
Para pelaku pasar menantikan data Indeks Keyakinan Konsumen Amerika untuk Mei dan inflasi harga produsen sektor jasa di Jepang.

Selain itu, pernyataan tiga pejabat Federal Reserve (The Fed) di forum Bank of Japan hari ini juga dinantikan karena biasanya berdampak pada ekspektasi pasar terkait potensi penurunan suku bunga acuan The Fed.

Lelang Surat Utang Negara (SUN)
Pemerintah Indonesia hari ini mengadakan lelang Surat Utang Negara (SUN) dengan target indikatif sebesar Rp22 triliun dan maksimal Rp33 triliun.

Investor diperkirakan akan cukup antusias mengincar yield yang menarik setelah kemarin harga surat utang RI mengalami koreksi tipis.

Lionel Prayadi, Fixed Income and Macro Strategist dari Mega Capital Sekuritas, memperkirakan tingkat permintaan SUN pada lelang hari ini berada di rentang Rp48 triliun hingga Rp52 triliun.

Pada lelang sebelumnya, 14 Mei lalu, permintaan mencapai sekitar Rp49,42 triliun. Lelang hari ini menawarkan lebih banyak seri surat utang, yakni enam seri Fixed Rate (FR) dan dua seri Surat Perbendaharaan Negara (SPN) berjangka pendek.

Baca Juga  Diserbu Investor, Lelang SUN Raup Rp40 Triliun, Seri Ini Paling Diburu

Penawaran Seri Surat Utang
Enam seri FR yang ditawarkan semuanya merupakan reopening series, sementara dua seri SPN adalah emisi baru dengan tenor masing-masing tiga dan 12 bulan. Lelang ini diharapkan dapat menarik minat investor yang mencari imbal hasil menarik dalam situasi pasar yang dinamis.

Secara keseluruhan, meskipun rupiah tetap stabil di kisaran Rp16.000-an per dolar AS, dinamika pasar global dan keputusan kebijakan dari The Fed serta perkembangan ekonomi domestik akan terus mempengaruhi pergerakan nilai tukar ini.

Para pelaku pasar perlu mencermati berbagai faktor ini untuk mengantisipasi perubahan yang mungkin terjadi.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait