JurnalLugas.Com – Pada tanggal 8 Juni, Narendra Modi akan dilantik untuk masa jabatan ketiganya sebagai Perdana Menteri India. Koalisi Aliansi Demokratik Nasional (NDA) yang dipimpin oleh Modi berhasil meraih mayoritas kursi parlemen dalam pemilihan umum tahun ini.
Menurut laporan Reuters pada Kamis (6/6/2024), hasil resmi menunjukkan bahwa NDA memperoleh sekitar 290 kursi. Sebuah partai politik atau koalisi memerlukan setidaknya 272 kursi untuk mendapatkan mayoritas di parlemen.
Namun, Partai Bharatiya Janata (BJP), partai tempat Modi bernaung, hanya berhasil mengamankan 240 kursi. Oleh karena itu, Modi harus memastikan dukungan dari anggota koalisi NDA lainnya untuk mempertahankan posisinya.
Segera setelah hasil pemilu diumumkan, dua sekutu BJP dalam koalisi NDA, yaitu Partai Telugu Desam dan Partai Janata Dal (United), menyatakan dukungan mereka kepada Modi.
Modi telah mendominasi panggung politik India sejak tahun 2014. Sebelum Modi, hanya Jawaharlal Nehru yang pernah menjabat sebagai perdana menteri selama tiga periode.
Meskipun demikian, penurunan jumlah kursi BJP di parlemen menimbulkan kekhawatiran bahwa rencana reformasi ekonomi Modi mungkin akan terhambat. Modi bertekad untuk menjadikan India sebagai negara maju pada tahun 2047.
Pemilihan umum di India merupakan yang terbesar di dunia, dengan hampir satu miliar orang yang memiliki hak pilih tahun ini.






