JurnalLugas.Com – Selama hampir sepuluh tahun kepemimpinannya sebagai kepala negara dan pemerintahan Indonesia, Jokowi dikenal dengan pendekatan yang mengutamakan kepentingan nasional. Dengan kepekaan yang tinggi dalam membela kepentingan rakyat, Jokowi tidak hanya menjalankan tugasnya secara komprehensif, tetapi juga berhasil mengantarkan salah satu anggota kabinetnya, Prabowo Subiyanto, sebagai presiden terpilih yang berpasangan dengan Gibran Rakabuming Raka sebagai wakil presiden terpilih dalam satu putaran pemilihan.
Keberhasilan ini merupakan kemajuan signifikan dalam perkembangan sosial, politik, dan keamanan Indonesia. Pilpres 2024 yang hanya berlangsung dalam satu putaran mencerminkan efisiensi yang lebih tinggi dibandingkan sebelumnya, sehingga berhasil menghemat anggaran negara.
Jokowi telah merancang dan mengembangkan sejumlah prioritas pembangunan dengan model baru yang dikenal sebagai Indonesia-sentris. Model ini bertujuan untuk mewujudkan cita-cita negara ideal sesuai UUD 1945: melindungi seluruh bangsa, menyejahterakan rakyat, dan mencerdaskan kehidupan bangsa.
Strategi pembangunan yang diterapkan Jokowi telah memberikan keyakinan kepada Prabowo untuk membawa bangsa Indonesia meraih prestasi dan kemajuan di kancah internasional. Sebaliknya, jika strategi pembangunan Indonesia-sentris tidak berhasil, diplomasi internasional Indonesia bisa mengalami kegagalan dan tidak mendapatkan respons positif dari negara-negara sahabat sesuai dengan prinsip politik luar negeri Indonesia, “seribu teman, nol musuh”.
Indonesia memiliki visi jangka panjang untuk mencapai keunggulan pada usia 100 tahun di tahun 2045. Oleh karena itu, pemerintahan baru di bawah Prabowo-Gibran perlu fokus pada pemanfaatan bonus demografi kaum muda milenial dan generasi Z yang jumlahnya melebihi 100 juta. Kaum muda ini diharapkan menjadi modal sosial penting dalam mencapai keunggulan kompetitif dan komparatif untuk menjadikan Indonesia sebagai negara kuat dan menempati posisi 5-10 besar negara dengan ekonomi menengah ke atas.
Potensi sumber daya alam dan lingkungan dapat menjadi kekuatan baru jika dikelola dengan baik oleh generasi muda, dengan mengutamakan kepentingan negara dan publik di atas kepentingan pribadi atau kelompok.
Melalui kepemimpinan yang berkesinambungan dari Jokowi ke Prabowo, pembangunan manusia Indonesia dapat diwujudkan. Hanya manusia yang unggul yang dapat membawa bangsa ini ke arah yang lebih maju di tengah persaingan global, baik di kawasan Asia Tenggara maupun dunia. Generasi muda, khususnya generasi milenial, diharapkan dapat melanjutkan estafet kepemimpinan nasional dan mewujudkan Indonesia sebagai negara dan masyarakat yang adil dan makmur.






