JurnalLugas.Com – Menteri Pertahanan RI sekaligus Presiden Terpilih Prabowo Subianto mengungkapkan keprihatinannya terhadap insiden penembakan yang menimpa mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, di Pennsylvania minggu lalu (13/7). Dalam pernyataan resminya yang disampaikan di Jakarta, Prabowo menegaskan bahwa kekerasan tidak memiliki tempat dalam demokrasi.
“Saya sangat prihatin mendengar tentang upaya pembunuhan terhadap mantan Presiden Donald Trump selama kampanye di Pennsylvania. Tidak ada tempat untuk kekerasan dalam proses politik demokratis dan ini harus dikutuk,” ujar Prabowo pada Rabu, 17 Juli 2024.
Prabowo juga mendoakan agar Trump segera pulih dari insiden tersebut. “Saya menyampaikan harapan terbaik kepada mantan Presiden Trump agar cepat sembuh, dan pikiran kami tertuju pada para korban dan keluarga mereka selama masa sulit ini,” lanjutnya.
Selain itu, Prabowo berharap agar tahap kampanye di Amerika Serikat yang sedang berlangsung dapat berjalan dengan aman, damai, tertib, dan lancar. “Kami berharap kampanye pemilu AS berlanjut dalam lingkungan yang damai dan aman,” tegas Menhan Prabowo.
Donald Trump, Presiden ke-45 Amerika Serikat yang saat ini kembali mencalonkan diri dalam pemilihan presiden, ditembak di telinga kanannya saat berkampanye di hadapan para pendukungnya di Pennsylvania pada 14 Juli. Setelah kejadian tersebut, Secret Service — pasukan pengamanan presiden — segera mengamankan Trump dan membawanya turun dari podium. FBI mengidentifikasi pelaku penembakan sebagai seorang pemuda berkebangsaan AS bernama Matthew Crooks.
Pelaku penembakan tersebut ditembak mati di tempat oleh Secret Service. Insiden itu juga mengakibatkan satu warga meninggal dunia dan dua warga lainnya luka-luka.
Dua hari setelah insiden tersebut, Konvensi Partai Republik secara resmi mengusung Donald Trump sebagai calon presiden yang akan menantang petahana Presiden Joe Biden. Trump kemudian mengumumkan Senator Ohio, JD Vance, sebagai calon wakil presiden yang akan mendampinginya dalam Pilpres AS 2024.






