JurnalLugas.Com – Perusahaan investasi global, BlackRock, telah mengeluarkan whitepaper yang menggarisbawahi peran unik Bitcoin sebagai instrumen lindung nilai di tengah ketidakpastian global. Menurut laporan tersebut, BlackRock menilai bahwa aset kripto, khususnya Bitcoin, memiliki peran penting sebagai proteksi terhadap risiko-risiko global yang berkembang, terutama terkait dengan krisis utang di Amerika Serikat (AS).
Dalam whitepaper yang dibagikan kepada kliennya, BlackRock menyebut Bitcoin sebagai asuransi potensial terhadap kemungkinan krisis utang AS. Menurut mereka, Bitcoin memiliki “eksposur fundamental yang rendah” terhadap variabel makro yang mempengaruhi kelas aset lainnya. Analisis ini didasarkan pada beberapa faktor kunci, termasuk pasokan Bitcoin yang terbatas, sifat global dari aset tersebut, serta kemudahan transfer lintas batas.
BlackRock menjelaskan bahwa kekhawatiran yang meningkat terkait defisit dan utang federal AS telah mendorong minat terhadap aset cadangan alternatif. Bitcoin, dengan karakteristiknya yang unik, dinilai sebagai solusi diversifikasi yang berpotensi melindungi nilai terhadap fluktuasi dolar AS di masa depan.
Meskipun Bitcoin dianggap “berisiko” dalam konteks tertentu, BlackRock menekankan bahwa ia bukanlah “aset berisiko”. Dalam dokumen sepanjang sembilan halaman tersebut, dijelaskan bahwa meskipun Bitcoin sulit dianalisis dibandingkan aset tradisional, ia tetap menawarkan diversifikasi yang signifikan.
Pada Kamis pagi, Bitcoin mengalami pergerakan yang stabil setelah pengumuman keputusan bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed), untuk memangkas suku bunga untuk pertama kalinya dalam empat tahun terakhir. Harga Bitcoin berada di kisaran US$60.000 dan mengalami kenaikan menjadi US$62.000, menunjukkan pertumbuhan sebesar 2,6% dibandingkan hari sebelumnya. Pergerakan Bitcoin saat ini berada di rentang US$62.115-US$62.140.
Keputusan The Fed untuk memangkas suku bunga sebesar 50 basis poin (bps) dalam rapat Federal Open Market Committee (FOMC) menunjukkan adanya kekhawatiran tentang kondisi ekonomi. Spencer Hallarn, Kepala Global Trading Over-the-Counter di perusahaan investasi kripto GSR, menyatakan bahwa langkah tersebut bisa jadi sinyal bahwa The Fed merasa perlu mengambil tindakan cepat untuk mengantisipasi potensi resesi.






