JurnalLugas.Com – Dalam konflik yang terus berlanjut di Jalur Gaza, Kementerian Kesehatan Gaza mengungkapkan bahwa pasukan zionis Israel telah memberikan ancaman dengan memerintahkan evakuasi staf dan pasien dari tiga rumah sakit utama di wilayah Gaza utara. Pada 8 Oktober, Kementerian Kesehatan mengumumkan bahwa Rumah Sakit Kamal Adwan, Rumah Sakit Indonesia, dan Rumah Sakit Al-Awda telah menerima instruksi untuk segera dievakuasi.
Penyerangan ini menyusul kejadian dramatis di mana seorang paramedis yang mendampingi pasien kritis dari Rumah Sakit Kamal Adwan ditangkap, meskipun sebelumnya ada koordinasi evakuasi. Bahkan, Rumah Sakit Kamal Adwan dikepung dan mendapatkan tembakan ke arah kantor administrasinya. Kementerian Kesehatan Gaza menambahkan bahwa zionis Israel mengancam rumah sakit-rumah sakit tersebut dengan penghancuran, pembunuhan, dan penangkapan jika evakuasi tidak segera dilakukan, seperti yang terjadi di Rumah Sakit Shifa di Gaza City.
Salah satu tantangan utama yang dihadapi rumah sakit ini adalah kekurangan bahan bakar, yang mengancam operasional mereka dalam hitungan jam. Direktur Rumah Sakit Kamal Adwan, Hossam Abu Safia, menyampaikan pesan audio kepada wartawan bahwa tentara Israel memberikan tenggat waktu 24 jam untuk mengevakuasi seluruh pasien dan staf kesehatan.
Abu Safia menggambarkan situasi ini sebagai ancaman langsung terhadap kelangsungan layanan kesehatan di Jalur Gaza utara. Ia mengkhawatirkan adanya rencana terselubung untuk menggusur penduduk di wilayah tersebut dengan melumpuhkan sistem kesehatan.
Dalam konteks yang lebih luas, operasi militer Israel di Jabalia, yang dimulai pada 6 Oktober, bertujuan untuk melemahkan kekuatan Hamas di wilayah tersebut. Serangan ini menjadi salah satu pertempuran paling sengit sejak konflik Israel-Hamas pada Mei lalu.
Sementara itu, Israel telah memperingatkan warga Palestina untuk meninggalkan wilayah Jabalia menuju selatan melalui “koridor aman”. Namun, Kementerian Dalam Negeri Gaza memperingatkan bahwa jalur ini hanyalah penipuan untuk memanipulasi penduduk setempat.
Situasi di Gaza terus memanas, dan tindakan ini menimbulkan kekhawatiran yang mendalam terkait potensi runtuhnya sistem layanan kesehatan, yang dapat memperburuk krisis kemanusiaan di wilayah tersebut. Para pejabat kesehatan dan organisasi internasional menyerukan perlindungan bagi rumah sakit dan staf kesehatan di Jalur Gaza utara, yang kini berada di bawah ancaman serius.
Evakuasi paksa dan pengepungan rumah sakit oleh tentara Israel di Jalur Gaza menimbulkan risiko besar terhadap stabilitas layanan kesehatan di wilayah tersebut. Dengan ancaman penghancuran dan kekurangan bahan bakar, rumah sakit di Gaza utara terancam berhenti beroperasi, yang akan memperparah kondisi kemanusiaan di sana.






