Nokia Oyj PHK 2000 Karyawan di China Imbas Pasar Lesu dan Ini

JurnalLugas.Com – Nokia Oyj, raksasa telekomunikasi asal Finlandia, dilaporkan akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 2.000 karyawan di China sebagai bagian dari strategi pengurangan biaya besar-besaran. Langkah ini diambil di tengah kelesuan pasar telekomunikasi global yang memengaruhi kinerja perusahaan.

Program Pengurangan Karyawan Secara Global

Sumber internal mengungkapkan bahwa pemecatan di China merupakan bagian dari rencana lebih luas yang telah diumumkan tahun lalu. Dalam inisiatif tersebut, Nokia menargetkan pemangkasan sekitar 14.000 karyawan di seluruh dunia guna menekan biaya operasional. Keputusan ini hadir sebagai respons atas menurunnya permintaan infrastruktur telekomunikasi, terutama dari operator yang menunda peningkatan jaringan 5G.

Bacaan Lainnya

Menurut laporan resmi 2023, Nokia memiliki sekitar 10.400 karyawan di wilayah China Raya. Namun, pihak perusahaan enggan memberikan komentar terkait langkah PHK yang direncanakan di negara tersebut.

Kompetisi Ketat di Pasar China

Dalam konteks pasar China, Nokia bersama pesaingnya dari Nordik, Ericsson AB, menghadapi tantangan berat. Persaingan di sektor 5G semakin ketat, terutama melawan raksasa lokal seperti Huawei Technologies Co. dan ZTE Corp. Porsi pangsa pasar Nokia di China bahkan tercatat kurang dari 5%, menurut keterangan resmi perusahaan.

Baca Juga  TVRI PHK Massal Karyawan Iman Brotoseno Kontributor Daerah Distop

Selain persaingan bisnis, ketegangan hubungan dagang antara Amerika Serikat dan China turut memperkeruh situasi. Perusahaan-perusahaan lokal di China semakin enggan menggunakan peralatan dari produsen Eropa, seiring langkah serupa yang diambil AS terhadap teknologi asal China. Di sisi lain, beberapa negara Eropa juga telah membatasi penggunaan peralatan telekomunikasi buatan China.

Strategi Nokia dalam Menekan Biaya

Sebagai bagian dari pengurangan eksposur di pasar China, Nokia menjual sahamnya di perusahaan patungan lokal pada awal 2024. Selain itu, perusahaan juga memangkas 350 karyawan di Eropa, termasuk 48 posisi di Finlandia, setelah negosiasi dengan serikat pekerja. Hingga saat ini, Nokia telah berhasil memangkas total 7.500 karyawan secara global, dengan penghematan biaya mencapai €500 juta.

Penurunan Penjualan Kuartal Ketiga

Pengumuman terkait PHK ini bertepatan dengan laporan penjualan kuartal ketiga yang tidak mencapai ekspektasi pasar. Juru bicara Nokia menyatakan bahwa pemulihan bisnis berjalan lebih lambat dari perkiraan sebelumnya, sehingga perusahaan harus mengambil langkah lebih agresif untuk menjaga stabilitas keuangan.

Baca Juga  Respons Pemerintah Maraknya PHK Immanuel Ebenezer Puluhan Lowongan Kerja Baru

Keputusan ini menunjukkan betapa ketatnya persaingan di industri telekomunikasi global, terutama di tengah perubahan dinamika geopolitik dan tantangan bisnis lokal di berbagai wilayah. Nokia dan Ericsson dipaksa melakukan efisiensi agar tetap kompetitif dan bertahan di tengah situasi pasar yang tidak menentu.

PHK massal yang dilakukan Nokia merupakan bukti betapa dinamisnya industri telekomunikasi, dengan perusahaan harus terus beradaptasi agar tetap relevan. Selain tantangan bisnis, Nokia juga harus menghadapi faktor eksternal seperti ketegangan geopolitik dan perubahan kebijakan perdagangan.

Langkah-langkah efisiensi yang diterapkan diharapkan mampu meningkatkan kinerja perusahaan ke depan, meski persaingan di pasar global akan terus meningkat.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait