JurnalLugas.Com – Saham PT Bank Oke Indonesia Tbk (DNAR) mengalami penurunan tajam sebesar 12,57 persen pada Jumat (18/10/2024), setelah masuk dalam pengawasan Unusual Market Activity (UMA). Pada pukul 14.07 WIB, harga saham DNAR tercatat turun 21 poin menjadi Rp146, dengan total nilai transaksi mencapai Rp31,05 miliar.
Alasan Pengawasan Bursa atas Saham DNAR
Bursa Efek Indonesia (BEI) memantau saham DNAR karena adanya pergerakan harga di luar pola normal. Sebelum penurunan ini, saham Bank Oke menunjukkan performa impresif selama lima hari berturut-turut, dengan lonjakan signifikan pada 16 dan 17 Oktober 2024 masing-masing sebesar 34,78 persen dan 34,68 persen. Secara akumulatif, saham ini telah menguat 75,90 persen dalam sepekan dan mencatat kenaikan sebesar 20,66 persen secara year-to-date (ytd).
Kapitalisasi pasar Bank Oke Indonesia saat ini mencapai Rp2,49 triliun, dengan rasio price-to-earnings ratio (PER) sebesar 71,99 dan rasio price-to-book value ratio (PBVR) di angka 0,69.
Pernyataan Resmi Bursa Efek Indonesia
Bursa Efek Indonesia menyatakan bahwa pengawasan melalui status UMA tidak serta-merta mengindikasikan adanya pelanggaran terhadap peraturan di sektor pasar modal. Hal ini merupakan langkah pencegahan untuk memastikan aktivitas perdagangan tetap transparan dan wajar.
“Sehubungan dengan terjadinya UMA atas saham DNAR tersebut, perlu kami sampaikan bahwa Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini,” demikian keterangan resmi dari BEI pada Kamis (17/10/2024).
Rencana Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB)
Bank Oke Indonesia telah menjadwalkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 20 November 2024. Agenda rapat ini diperkirakan akan menjadi perhatian para investor, mengingat dinamika pergerakan saham DNAR dan keputusan strategis yang mungkin diambil oleh manajemen.
Penurunan saham DNAR setelah masuk radar UMA menjadi sorotan para pelaku pasar. Meski adanya status UMA belum tentu menunjukkan pelanggaran, investor disarankan untuk tetap berhati-hati dalam mengambil keputusan terkait saham ini. Rapat pemegang saham mendatang juga diharapkan dapat memberikan kejelasan terkait prospek perusahaan ke depan.
Dengan pergerakan harga yang volatil, para pemegang saham perlu memperhatikan perkembangan lebih lanjut dan melakukan analisis fundamental secara mendalam untuk meminimalkan risiko investasi.






