Delapan Pasukan UNIFIL PBB Austria di Lebanon Terluka Akibat Serangan Roket Zionis Israel

JurnalLugas.Com – Delapan anggota pasukan penjaga perdamaian PBB berkewarganegaraan Austria mengalami luka-luka setelah serangan roket yang dilancarkan zionis Israel di Lebanon. Informasi tersebut disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri Austria pada Selasa (29/10).

Menteri Luar Negeri Austria, Alexander Schallenberg, melalui unggahan di platform X, menyatakan kecaman keras atas serangan tersebut. “Keselamatan dan keamanan pasukan helm biru harus dijamin sepanjang waktu. Serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian PBB merupakan pelanggaran hukum internasional dan sama sekali tidak dapat diterima,” tulis Schallenberg.

Bacaan Lainnya

Peran dan Lokasi Operasi UNIFIL di Lebanon

Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon, yang dikenal sebagai UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon), memiliki tugas utama menjaga stabilitas di wilayah antara Sungai Litani di Lebanon selatan dan Garis Biru (Blue Line), yaitu perbatasan de facto dengan Israel.

Baca Juga  Rentetan Serangan Mematikan Hizbullah Zionis Israel Dihujani 60 Roket Tanpa Henti

Operasi ini merupakan implementasi dari Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701, yang bertujuan menciptakan ketenangan dan keamanan di kawasan tersebut pasca-konflik Israel-Hizbullah tahun 2006.

Eskalasi Konflik dan Serangan Israel di Lebanon

Sejak awal bulan ini, Israel meningkatkan serangan udara di Lebanon, menargetkan apa yang disebut sebagai fasilitas-fasilitas milik Hizbullah. Situasi ini merupakan bagian dari ketegangan yang kian memanas, menyusul serangan Israel terhadap Jalur Gaza tahun lalu yang memicu konflik lintas batas dengan Hizbullah di Lebanon.

Pada 1 Oktober 2024, Israel memperluas operasi militernya dengan melancarkan serangan darat di wilayah selatan Lebanon. Langkah ini memicu kekhawatiran internasional, mengingat meningkatnya risiko eskalasi regional dan pelanggaran hukum internasional.

Baca Juga  Iran Peringatkan Perang Besar Jika Zionis Israel Melancarkan Agresi ke Lebanon

Kecaman terhadap Pelanggaran Hukum Internasional

Serangan terhadap pasukan perdamaian PBB dianggap sebagai tindakan serius dan pelanggaran terhadap ketentuan hukum internasional.

UNIFIL memiliki mandat khusus untuk melindungi personel dan menjamin keamanan masyarakat sipil di area konflik. Insiden ini menyoroti semakin mendesaknya upaya internasional untuk meredakan ketegangan dan memastikan keamanan pasukan penjaga perdamaian.

Dengan situasi yang terus berkembang, komunitas internasional menyerukan agar semua pihak menahan diri dan mematuhi perjanjian internasional demi mencegah konflik meluas lebih jauh.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait