Gus Miftah Indonesia Menuju Teladan Toleransi dan Kerukunan Internasional

JurnalLugas.Com – Utusan Khusus Presiden (UKP) Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan, Miftah Maulana Habiburrahman, yang akrab disapa Gus Miftah, menegaskan komitmennya untuk menjadikan Indonesia sebagai model toleransi dan kerukunan di tingkat internasional. Dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, 15 November 2024, ia menekankan pentingnya kolaborasi dan langkah nyata untuk mewujudkan cita-cita tersebut.

Komitmen Pemerintah untuk Toleransi Global

Menurut Gus Miftah, Pemerintah Indonesia berkomitmen menciptakan lingkungan yang harmonis, tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di kancah internasional. “Pemerintah memiliki komitmen menjadi teladan toleransi dan kerukunan di kancah internasional,” ungkapnya. Langkah ini sejalan dengan peringatan Hari Toleransi Internasional yang jatuh setiap 16 November.

Bacaan Lainnya

Peringatan ini, kata Gus Miftah, tidak hanya bertujuan meningkatkan kesadaran akan pentingnya toleransi, tetapi juga harus menjadi pemicu tindakan nyata. Ia menegaskan bahwa toleransi perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui aksi konkret.

Baca Juga  Gus Miftah Diminta Prabowo Subianto Berkontribusi dalam Pemerintahan Mendatang

Program Pendidikan dan Rumah Ibadah sebagai Kunci

Gus Miftah menyoroti pentingnya memulai program toleransi dari lembaga pendidikan dan rumah ibadah. Menurutnya, ruang-ruang ini merupakan tempat strategis untuk menanamkan nilai-nilai toleransi dan koeksistensi. “Dengan membentuk zona toleransi dan nondiskriminasi, lembaga pendidikan dan rumah ibadah memiliki peran besar dalam membangun masyarakat yang inklusif,” katanya.

Ia juga mengusulkan pemanfaatan rumah ibadah sebagai pusat edukasi toleransi. Hal ini dinilai dapat memberikan dampak signifikan dalam membangun hubungan harmonis antarumat beragama.

Narasi Positif di Era Digital

Dalam era digital, Gus Miftah menyoroti peran penting narasi positif. Ia mendorong kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan media untuk memproduksi konten yang mendorong moderasi. “Jurnalisme moderasi diarahkan untuk memproduksi narasi-narasi yang berorientasi pada generasi muda agar tidak mudah terseret arus informasi intoleran,” ujarnya.

Langkah ini penting mengingat generasi muda adalah kunci bagi masa depan toleransi di Indonesia. Dengan akses informasi yang semakin mudah, Gus Miftah menekankan perlunya pengawasan ketat terhadap penyebaran konten yang bersifat diskriminatif atau ekstrem.

Evaluasi dan Kerjasama Multilateral

Gus Miftah juga menyampaikan bahwa evaluasi menyeluruh perlu dilakukan secara berkesinambungan, mulai dari tingkat pusat hingga desa. Pendekatan ini membutuhkan kolaborasi erat dengan berbagai pihak, baik di dalam negeri maupun internasional. “Evaluasi dilakukan bersama-sama, termasuk bekerja sama dengan semua pemangku kepentingan di tingkat nasional maupun internasional,” tuturnya.

Baca Juga  Gus Miftah Belajar Ikhlas dari Jokowi Pelajaran Kehidupan dari Seorang Pemimpin

Indonesia sebagai Inspirasi Dunia

Dengan berbagai langkah strategis ini, Gus Miftah optimis Indonesia dapat menjadi teladan di bidang toleransi dan koeksistensi. Melalui sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan media, Indonesia diharapkan mampu mengatasi tantangan intoleransi, diskriminasi, dan ekstremisme, serta memberikan inspirasi bagi negara lain di dunia.

Toleransi bukan sekadar retorika, tetapi menjadi nilai yang terus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Dengan semangat ini, Indonesia berpotensi besar menjadi pelopor dalam menciptakan dunia yang lebih damai dan harmonis.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait