Amran Sulaiman Generasi Muda Wujudkan Swasembada Pangan Optimalisasi Lahan Rawa

JurnalLugas.Com – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa keberhasilan program swasembada pangan pada 2028 sangat bergantung pada keterlibatan generasi muda. Hal ini sejalan dengan visi dan misi Presiden Prabowo Subianto untuk mencapai ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan.

Generasi Muda sebagai Kunci Swasembada Pangan

Dalam pernyataannya pada Rabu, 20 November 2024, di Jakarta, Mentan Amran menekankan pentingnya partisipasi petani milenial dalam mendukung program ini. “Kunci keberhasilan swasembada pangan terletak pada generasi muda. Dengan keterlibatan petani milenial, teknologi modern, dan sumber daya alam yang kita miliki, saya yakin kita bisa melampaui target,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Kementerian Pertanian (Kementan) bersama TNI dan Kementerian Pekerjaan Umum membentuk Brigade Swasembada Pangan yang akan beroperasi di 12 provinsi dengan fokus pada optimalisasi lahan rawa (oplah). Wilayah-wilayah tersebut meliputi Aceh, Sumatra Utara, Riau, Sumatra Selatan, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, dan Papua Selatan.

Optimalisasi Lahan Rawa untuk Peningkatan Produksi

Hingga tahun 2024, Kementan telah berhasil menggarap 350 ribu hektare lahan oplah yang siap mendukung peningkatan produksi beras nasional. Setiap brigade yang terdiri dari 15 petani milenial akan mengelola lahan seluas 200 hektare. Untuk mendukung keberhasilan program ini, 400 pendamping terpilih dari pegawai Kementan serta 50 mentor dari kalangan penyuluh, dosen, guru, dan widyaiswara dilibatkan.

Baca Juga  Mentan Amran Perang Dagang Bukan Ancaman Indonesia Justru Semakin Tangguh

Amran menekankan pentingnya pendampingan yang efektif untuk memastikan keberhasilan petani milenial. Target yang ditetapkan adalah peningkatan produktivitas hingga 5 juta ton per hektare dan pendapatan petani mencapai lebih dari Rp10 juta per bulan.

Pendapatan Menjanjikan untuk Meningkatkan Minat Generasi Muda

Selain membantu generasi muda menjadi petani yang produktif, brigade ini juga bertujuan meningkatkan kesejahteraan mereka. “Kalau mereka tekun dan bekerja keras, bukan tidak mungkin pendapatannya bisa mencapai 20 juta rupiah per bulan. Dengan pendapatan yang lebih tinggi dibandingkan pekerjaan kantoran, mereka akan lebih semangat menjadi petani,” jelas Amran.

Ia juga menyebutkan bahwa program ini adalah langkah awal untuk mencetak pengusaha muda di sektor pertanian. Oleh karena itu, mereka akan dibekali pengetahuan tentang manajemen korporasi agar mampu mengelola usaha secara mandiri di masa depan.

Baca Juga  Harga Kedelai Melonjak, Mentan Ancam Cabut Izin Importir Nakal “Jangan Mainkan Pasar!”

Brigade Swasembada Pangan yang Terus Berkembang

Kepala Badan Penyuluhan dan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengungkapkan bahwa hingga kini telah terbentuk lebih dari 1.500 brigade pangan di 12 provinsi. Setiap pendamping bertanggung jawab atas lima brigade pangan, memastikan pengelolaan berjalan efektif dan produktif.

Dengan dukungan teknologi modern, sumber daya manusia yang kompeten, dan kolaborasi lintas sektor, program ini diharapkan mampu menarik lebih banyak generasi muda untuk berkontribusi dalam sektor pertanian. Hal ini diharapkan menjadi salah satu solusi strategis untuk mencapai swasembada pangan pada tahun 2028.

Program Brigade Swasembada Pangan menjadi salah satu upaya pemerintah untuk mengoptimalkan potensi generasi muda dalam sektor pertanian. Dengan strategi yang terencana, pendampingan yang kuat, dan insentif yang menarik, generasi milenial diharapkan menjadi garda terdepan dalam mewujudkan visi besar Indonesia untuk mencapai swasembada pangan.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait