JurnalLugas.Com – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berharap investasi yang akan dikucurkan perusahaan teknologi global, Apple, ke Indonesia melampaui angka 100 juta dolar AS. Menurut Juru Bicara Kemenperin, Febri Hendri Antoni Arif, pemerintah menargetkan nilai investasi yang lebih besar guna mendorong pertumbuhan industri dalam negeri.
Dorong Industri Manufaktur Lokal Masuk Rantai Pasok Global
Dengan nilai investasi yang lebih tinggi, pemerintah optimistis dapat membangun industri manufaktur di dalam negeri. Hal ini memungkinkan Indonesia untuk menjadi bagian dari rantai pasok global Apple. Selain itu, investasi besar ini diharapkan menciptakan lapangan kerja baru yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Febri menegaskan bahwa industri lokal memiliki kapasitas untuk mendukung produksi komponen seperti pengisi daya (charger) dan aksesoris perangkat Apple. “Memang, untuk semikonduktor masih belum bisa, tetapi jika Apple membeli komponen dari produk dalam negeri, dampaknya akan sangat besar, terutama dalam menciptakan lapangan kerja,” ujarnya.
Penawaran Pusat R&D untuk Industri 4.0
Kemenperin juga menawarkan kepada Apple untuk mendirikan pusat riset dan pengembangan (R&D) di Indonesia, khususnya terkait industri 4.0 dan kecerdasan buatan (AI). Kehadiran pusat R&D ini diharapkan memperkuat ekosistem teknologi di Indonesia dan membuka peluang kolaborasi inovatif.
Kajian Ulang Permenperin
Dalam upaya menarik investasi lebih besar, pemerintah juga berencana mengkaji ulang Peraturan Menteri Perindustrian (Permenperin) Nomor 29 Tahun 2017. Langkah ini dilakukan untuk menyesuaikan kebijakan dengan dinamika terbaru di industri ponsel pintar dan teknologi informasi.
Dengan semakin berkembangnya industri teknologi di Indonesia, investasi dari perusahaan besar seperti Apple akan menjadi katalis penting dalam meningkatkan daya saing nasional dan memperkuat posisi Indonesia di panggung global.






