Bentrokan di Nablus Tepi Barat Militer Zionis Israel Tembaki Warga Gaza dengan Peluru Tajam

JurnalLugas.Com – Ketegangan di wilayah Tepi Barat semakin meningkat seiring dengan bentrokan yang meluas antara warga Palestina dan tentara Israel pada Selasa (3/12) malam. Aksi ini terjadi di berbagai kota di wilayah tersebut, dipicu oleh penggerebekan militer Israel yang terus berlanjut.

Bentrokan di Nablus dan Sekitarnya

Saksi mata melaporkan konfrontasi hebat terjadi di wilayah timur Nablus dan lingkungan Al-Masaken. Dalam aksi ini, warga Palestina membakar ban dan melawan dengan melempari pasukan Israel menggunakan batu. Sebagai tanggapan, tentara Israel menggunakan gas air mata, granat kejut, dan peluru tajam untuk membubarkan massa.

Bacaan Lainnya

Konflik serupa juga terjadi di beberapa wilayah lain seperti Kota Beita, selatan Nablus, dan Qalqilya. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai korban luka atau jiwa.

Baca Juga  Netanyahu Minta Maaf atas Serangan RS Nasser Gaza 20 Tewas Termasuk 5 Jurnalis

Penggerebekan di Hebron dan Ramallah

Di bagian selatan Tepi Barat, tepatnya di Kota Tua Hebron, tentara Israel menangkap seorang perempuan Palestina selama operasi yang dilakukan di dekat Masjid Ibrahimi. Berdasarkan laporan kantor berita Palestina, WAFA, perempuan tersebut ditahan dari rumahnya di daerah Jaber.

Di Desa Al-Mughayyir, timur laut Ramallah, bentrokan kembali terjadi saat pasukan Israel menggunakan peluru tajam dan gas air mata dalam operasi mereka. Kondisi serupa juga dilaporkan di Kota Ya’bad, dekat Jenin, di mana tentara Israel melakukan penggeledahan rumah-rumah warga, meskipun belum ada laporan penahanan tambahan selain insiden di Hebron.

Eskalasi Kekerasan di Tepi Barat

Sejak dimulainya perang Israel di Gaza pada 7 Oktober 2023, intensitas operasi militer Israel di Tepi Barat meningkat tajam. Kekerasan ini tidak hanya dilakukan oleh militer, tetapi juga oleh pemukim ilegal Israel terhadap warga Palestina.

Menurut data Kementerian Kesehatan Palestina, setidaknya 803 warga Palestina telah tewas dan lebih dari 6.450 lainnya terluka akibat tindakan represif tentara dan serangan brutal dari pemukim ilegal Israel.

Baca Juga  Hanya Mimpi Zionis Israel Miliki Hati untuk Perdamaian di Gaza

Ketegangan ini semakin memanas setelah Mahkamah Internasional (ICJ) mengeluarkan pendapat penting pada Juli 2023 yang menyatakan bahwa pendudukan Israel atas tanah Palestina selama puluhan tahun adalah tindakan “ilegal”. ICJ menuntut evakuasi seluruh permukiman ilegal Israel di Tepi Barat dan Yerusalem Timur, namun hingga saat ini, seruan tersebut belum diindahkan.

Konflik yang terus berlangsung di Tepi Barat menunjukkan eskalasi yang mengkhawatirkan. Dengan meningkatnya penggerebekan militer dan serangan dari pemukim ilegal, situasi keamanan di wilayah tersebut semakin tidak menentu. Tindakan internasional yang tegas dan segera diperlukan untuk menghentikan siklus kekerasan ini dan melindungi hak-hak warga sipil Palestina.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait