Mahmoud Qomati Hizbullah Tindak Tegas Zionis Israel Jika Tidak Tinggalkan Lebanon

JurnalLugas.Com – Hizbullah kembali menegaskan pendiriannya terkait penarikan pasukan zionis Israel dari wilayah Lebanon. Wakil Kepala Dewan Politik Hizbullah, Mahmoud Qomati, pada Senin, 30 Desember 2024, menyatakan bahwa kelompok tersebut tidak akan tinggal diam jika Israel gagal memenuhi perjanjian gencatan senjata yang disepakati selama 60 hari.

“Hizbullah berkomitmen untuk menjaga gencatan senjata demi rakyat kami, tetapi kami tidak akan tinggal diam jika Israel tidak menarik diri pada hari ke-60,” ujar Qomati tegas. Pernyataan tersebut menggarisbawahi sikap tegas Hizbullah terhadap pelanggaran perjanjian yang disepakati.

Bacaan Lainnya

Komitmen Perjanjian dan Potensi Kekacauan

Perjanjian gencatan senjata, yang dimediasi oleh Amerika Serikat dan Prancis, mulai berlaku sejak 27 November 2024. Tujuannya adalah untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama 14 bulan antara Israel dan Hizbullah. Dalam perjanjian tersebut, Israel diwajibkan menarik pasukannya dari wilayah Lebanon dalam waktu 60 hari. Sebagai gantinya, tentara Lebanon akan mengambil alih kendali keamanan di perbatasan Lebanon-Israel serta wilayah selatan Lebanon.

Baca Juga  Serangan Zionis Terkutuk Israel di Lebanon Bikin Perundingan Islamabad Terancam Batal Total

Namun, Qomati menegaskan bahwa kegagalan untuk mematuhi kesepakatan dapat membawa Lebanon ke dalam kekacauan. “Adapun mengenai perjanjian tersebut, itu jelas: entah semua pihak berkomitmen, atau tidak ada yang berkomitmen,” imbuhnya.

Tindakan Israel dan Respons Hizbullah

Meskipun gencatan senjata telah berlangsung, militer Israel dilaporkan terus melakukan serangan udara setiap hari di wilayah Lebanon. Beberapa serangan bahkan menimbulkan korban jiwa, yang memicu kritik dan ketegangan lebih lanjut. Israel beralasan bahwa serangan tersebut dilakukan untuk mencegah pelanggaran dari pihak Hizbullah.

Baca Juga  Delapan Pasukan UNIFIL PBB Austria di Lebanon Terluka Akibat Serangan Roket Zionis Israel

Di sisi lain, Hizbullah menolak opsi pelucutan senjata. Mereka menganggap bahwa melucuti senjata akan melemahkan posisi Lebanon terhadap agresi Israel. “Kami tidak dapat membiarkan penjajahan atas tanah kami atau pembangunan permukiman tanpa perlawanan,” kata Qomati.

Situasi di Lebanon menunjukkan betapa krusialnya solusi damai yang berkelanjutan untuk menjaga stabilitas kawasan. Dengan tenggat waktu penarikan pasukan Israel yang semakin dekat, semua pihak diharapkan dapat mematuhi komitmen demi menghindari eskalasi konflik lebih lanjut.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai isu-isu geopolitik terkini, kunjungi JurnalLugas.Com.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait