JurnalLugas.Com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan selama bulan Ramadhan menjadi langkah positif dalam memastikan peserta didik mendapatkan asupan gizi yang cukup. Namun, aspek kebersihan dan keamanan pangan perlu diperhatikan agar makanan tetap higienis dan tidak menimbulkan risiko kesehatan.
Pentingnya Edukasi Kebersihan Makanan untuk Peserta Didik
Pakar kesehatan Prof. Tjandra Yoga Aditama menekankan perlunya edukasi bagi anak-anak mengenai cara menjaga kebersihan makanan, terutama saat mereka membawa pulang hidangan MBG untuk berbuka puasa. Jika tidak ditangani dengan baik, makanan bisa terkontaminasi bakteri dan menyebabkan masalah kesehatan, seperti keracunan makanan.
Beberapa langkah yang dapat diterapkan untuk menjaga kebersihan makanan meliputi:
- Menyimpan makanan dalam wadah tertutup guna menghindari paparan debu atau kotoran.
- Tidak membiarkan makanan terlalu lama dalam suhu ruang, terutama makanan basah yang mudah basi.
- Mencuci tangan sebelum menyentuh makanan agar tidak terjadi kontaminasi dari tangan yang kotor.
Peran Penyedia MBG dalam Menjamin Keamanan Pangan
Selain peserta didik, penyedia MBG juga memiliki peran penting dalam memastikan makanan yang diberikan aman untuk dikonsumsi. Beberapa langkah yang perlu diperhatikan, antara lain:
- Pemilihan bahan baku yang segar, terutama protein hewani seperti telur dan susu.
- Menggunakan metode memasak yang lebih tahan lama, seperti menggoreng atau memanggang.
- Mengemas makanan dalam wadah yang aman agar tetap higienis hingga dikonsumsi.
Selama bulan Ramadhan, menu yang disediakan dalam MBG telah disesuaikan dengan kebutuhan gizi peserta didik. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memastikan menu mengandung sumber protein, karbohidrat, vitamin, dan mineral yang diperlukan tubuh, seperti susu, telur rebus, biskuit, buah-buahan, dan kurma.
Penerapan Konsep Zero Waste dalam Program MBG
Salah satu aspek inovatif dalam pelaksanaan MBG adalah penerapan konsep zero waste. Makanan dikemas dalam goodie bag yang bisa digunakan kembali, mengurangi sampah plastik dan mendukung kebiasaan ramah lingkungan. Peserta didik juga dianjurkan untuk membawa wadah sendiri, yang akan dikembalikan dan digunakan kembali keesokan harinya.
Jadwal Pelaksanaan MBG Selama Ramadhan
Berdasarkan Surat Edaran Bersama (SEB) 3 Menteri Nomor 2 Tahun 2025, program MBG disesuaikan dengan jadwal libur sekolah. Distribusi MBG sempat dihentikan sementara pada 27 Februari hingga 5 Maret, kemudian dilanjutkan kembali pada 6 Maret 2025.
Bagi siswa yang tidak menjalankan ibadah puasa, MBG tetap diberikan seperti biasa. Namun, mereka akan mengonsumsi makanan di ruangan terpisah untuk menghormati teman-temannya yang berpuasa.
Program MBG adalah inisiatif positif dalam memastikan kecukupan gizi peserta didik selama bulan Ramadhan. Namun, edukasi tentang kebersihan pangan sangat penting agar makanan tetap aman dikonsumsi. Dengan peran aktif dari peserta didik, penyedia MBG, serta penerapan konsep zero waste, program ini dapat berjalan lebih efektif dan bermanfaat bagi semua pihak.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai topik ini, kunjungi JurnalLugas.Com.






