JurnalLugas.Com – Pemerintah terus mengembangkan kebijakan pendidikan yang inklusif dan berkualitas bagi seluruh masyarakat Indonesia. Salah satu program terbaru yang menjadi perhatian adalah Sekolah Rakyat (SR), sebuah inisiatif yang bertujuan menyediakan pendidikan gratis dan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin, terutama yang berada dalam kategori miskin ekstrem.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Muti menyebutkan bahwa ada dua skema kurikulum yang dapat diterapkan di Sekolah Rakyat.
Skema tersebut berasal dari dua institusi berbeda, yakni Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek).
Dua Pilihan Kurikulum Sekolah Rakyat
- Kurikulum Sekolah Unggul (Standar Internasional)
Jika Sekolah Rakyat mengadopsi kurikulum dari Mendiktisaintek, maka kurikulumnya akan berbasis standar internasional. Beberapa karakteristik utama dari skema ini meliputi:
- Sistem pendidikan berasrama (boarding school).
- Standar akademik yang tinggi.
- Kemungkinan mendatangkan guru asing untuk berkolaborasi dengan tenaga pendidik lokal.
- Fokus pada pengembangan kompetensi global bagi peserta didik. Dengan pendekatan ini, siswa diharapkan memiliki daya saing tinggi di tingkat internasional dan memperoleh pengalaman belajar yang lebih luas.
- Kurikulum Merdeka Belajar (Standar Nasional)
Alternatif kedua adalah mengikuti Kurikulum Merdeka Belajar yang disusun oleh Kemendikdasmen. Kurikulum ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan peserta didik di berbagai latar belakang, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus. Beberapa keunggulan dari Kurikulum Merdeka Belajar antara lain:
- Pendekatan pembelajaran yang fleksibel dan menyenangkan.
- Menekankan pemahaman mendalam terhadap materi pelajaran.
- Berorientasi pada kebutuhan dan potensi peserta didik secara individual. Dengan model ini, Sekolah Rakyat dapat menjadi sarana pendidikan yang inklusif dan menyesuaikan dengan kondisi sosial ekonomi siswa.
Target dan Implementasi Sekolah Rakyat
Pemerintah menargetkan pengoperasian 100 Sekolah Rakyat pada tahun 2025 di berbagai wilayah Indonesia. Program ini menjadi bagian dari visi besar Presiden RI Prabowo Subianto, dengan penanggung jawab utama adalah Kementerian Sosial.
Tujuan utama Sekolah Rakyat adalah memberikan kesempatan bagi anak-anak dari keluarga miskin untuk mendapatkan pendidikan yang layak.
Dengan skema pendidikan berasrama, mereka tidak hanya memperoleh ilmu akademik tetapi juga pengembangan karakter, keterampilan hidup, serta bimbingan sosial yang komprehensif.
Implementasi program ini diharapkan mampu menjadi solusi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia serta memutus rantai kemiskinan di masa depan.
Untuk informasi lebih lanjut seputar kebijakan pendidikan dan perkembangan Sekolah Rakyat, kunjungi JurnalLugas.Com.






