Bulog Sumut Hentikan Penjualan Beras SPHP Ini Alasannya

JurnalLugas.Com – Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara (Sumut) mengumumkan penghentian penjualan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) seiring dengan mencukupinya suplai beras lokal di wilayah tersebut. Hal ini disampaikan oleh Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumut, Budi Cahyanto, pada Senin, 14 April 2025, di Medan.

Budi menjelaskan bahwa keputusan ini diambil karena saat ini merupakan musim panen di Sumut, sehingga suplai beras lokal sudah mencukupi kebutuhan pasar. “Karena ini masih musim panen, jadi pemerintah menganggap suplai cukup dalam pasokan di wilayah ini,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Selain itu, salah satu alasan penghentian penjualan beras SPHP adalah harga beras di Sumut yang tetap stabil. Program SPHP sendiri bertujuan untuk menjaga harga beras agar tetap terjaga di pasar. “Penyetopan penjualan SPHP 29 Maret 2025, jadi hanya untuk Ramadhan saja dalam stabilitas harga beras,” tambah Budi.

Baca Juga  Bulog Siap Impor 1,2 Juta Ton Beras Jaga Stabilitas Stok dan Harga

Stok Beras Bulog Sumut Mencapai 63.000 Ton

Budi juga mengungkapkan bahwa stok beras di gudang Bulog Sumut saat ini tercatat sekitar 63.000 ton, yang terdiri dari gabungan beras SPHP, cadangan pangan, dan jenis beras lainnya. “Stok secara keseluruhan di gudang Bulog Sumut mencapai sekitar 63.000 ton yang merupakan gabungan beras SPHP, cadangan pangan dan lainnya,” jelasnya.

Pihak Bulog Sumut juga terus melakukan penyerapan gabah kering panen (GKP) di beberapa daerah di Sumut, seperti Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Serdang Bedagai, Kabupaten Simalungun, Kabupaten Langkat, Kabupaten Asahan, Kabupaten Mandailing Natal, dan Kabupaten Batu Bara. Saat ini, Bulog telah menyerap sebanyak 20.400 ton GKP atau setara dengan 10.200 ton beras. Budi pun optimistis bahwa penyerapan GKP ini akan terus berlangsung untuk mencukupi kebutuhan stok beras nasional.

Harga Pokok Pembelian GKP di Sumut

Baca Juga  Stok Beras RI Tembus Rekor, Amran Siap Hadapi Godzilla El Nino

Budi juga memberikan informasi penting bagi para petani di Sumut terkait harga pokok pembelian (HPP) gabah kering panen. Ia menyarankan agar para petani menjual GKP mereka ke Bulog karena harga yang ditetapkan adalah Rp6.500 per kilogram. Ini diharapkan dapat membantu menstabilkan harga beras sekaligus mendukung kelancaran pasokan beras nasional.

Dengan langkah-langkah yang diambil oleh Bulog Sumut, diharapkan pasokan beras di wilayah ini tetap stabil, terutama selama musim panen yang tengah berlangsung. Upaya penyerapan gabah yang terus dilakukan dan stok beras yang cukup menunjukkan bahwa Bulog siap menjaga kestabilan harga pangan di pasar.

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi JurnalLugas.Com.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait