JurnalLugas.Com – Ketua Umum Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Addin Jauharudin, angkat bicara mengenai maraknya aksi premanisme yang melibatkan oknum organisasi kemasyarakatan (ormas) di sejumlah daerah. Ia secara tegas mengecam tindakan tersebut dan menegaskan bahwa ormas seharusnya berperan mendukung, bukan malah mengganggu ketertiban masyarakat dan kelancaran usaha.
“Ya, kami mengecam keras. Ormas itu harusnya hadir untuk membantu masyarakat, membantu negara, dan mendukung pemerintah,” ujar Addin usai menghadiri Rapat Akbar serta Pengukuhan 100.000 Banser Patriot Ketahanan Pangan di GOR Satria, Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah, pada Kamis, 24 April 2025.
Addin menekankan, keberadaan ormas semestinya memberikan kontribusi positif terhadap berbagai sektor, termasuk kelancaran kawasan industri dan pelaksanaan program-program pemerintah. Ia mengingatkan bahwa kolaborasi antara masyarakat, industri, dan pemerintah sangat diperlukan demi kemajuan bersama.
“Kita enggak bisa hidup sendirian. Kita butuh industri, butuh pemerintah. Kalau semuanya terganggu karena ulah segelintir oknum, yang rugi masyarakat sendiri,” tegasnya.
Addin juga memastikan bahwa GP Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) bersih dari praktik-praktik seperti itu. Ia menjamin seluruh kadernya mengedepankan semangat pengabdian kepada masyarakat, swasta, dan negara.
“Banser dan Ansor berjalan sebagai kekuatan serbaguna. Kami tidak akan membiarkan ada oknum yang merusak kepercayaan masyarakat,” lanjutnya.
Kecaman Addin ini muncul menyusul insiden premanisme berkedok ormas yang terjadi di Depok, Jawa Barat, pada Jumat dini hari, 18 April 2025. Kejadian tersebut berujung pada perusakan fasilitas umum dan pembakaran mobil polisi, usai upaya paksa penangkapan oleh aparat terhadap ketua ranting salah satu ormas yang diduga terlibat dalam kasus penganiayaan, pengancaman, serta kepemilikan senjata api ilegal.
Ironisnya, tindakan brutal itu terjadi saat oknum ormas tersebut mencoba menghalangi kegiatan pemagaran lahan oleh sebuah perusahaan. Mereka diduga melakukan intimidasi terhadap pekerja dan operator alat berat, bahkan ketua ranting ormas melepaskan tiga kali tembakan sebagai bentuk ancaman.
Fenomena ini menjadi sorotan luas karena dinilai telah mencoreng citra ormas sebagai elemen masyarakat sipil yang seharusnya menjunjung tinggi hukum dan etika sosial.
GP Ansor, di bawah kepemimpinan Addin Jauharudin, menegaskan komitmennya untuk tetap berada di garis depan dalam menjaga ketertiban, mendukung pembangunan, dan menghindari segala bentuk tindakan anarkis yang merugikan kepentingan publik.
Untuk berita aktual dan informasi terpercaya lainnya, kunjungi JurnalLugas.com.






