Dudung Tegas Purnawirawan TNI Harus Gunakan Wadah Resmi Bukan Forum Liar

JurnalLugas.Com – Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Nasional, Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman, mengimbau para purnawirawan TNI untuk menyalurkan pendapat mereka melalui organisasi resmi seperti Pepabri, PPAD, PPAL, dan PPAU jika ingin mengatasnamakan suara purnawirawan.

Pernyataan tersebut disampaikan Dudung saat menjawab pertanyaan awak media di lingkungan Istana Kepresidenan pada Senin malam, 5 Mei 2025. Ia menekankan bahwa aspirasi yang mengatasnamakan purnawirawan semestinya tidak muncul dari forum-forum yang berdiri sendiri di luar wadah resmi.

Bacaan Lainnya

“Kalau ada aspirasi, sampaikan melalui organisasi resminya. Ada Pepabri, PPAD, PPAL, PPAU. Faktanya, keempat organisasi itu tidak menyampaikan sikap seperti yang dimaksud kepada Presiden,” ujar Dudung.

Untuk diketahui, Pepabri adalah singkatan dari Persatuan Purnawirawan dan Warakawuri TNI-Polri. Adapun PPAD, PPAL, dan PPAU masing-masing merupakan wadah bagi purnawirawan Angkatan Darat, Laut, dan Udara.

Baca Juga  PSI Tegas Tolak Tuntutan Ganti Wapres Suara 96 Juta Rakyat Tak Boleh Dihina

Menurut mantan Kepala Staf Angkatan Darat ini, pembentukan forum tersendiri yang tidak terafiliasi dengan lembaga resmi bisa menimbulkan persepsi keliru di masyarakat, terutama jika pernyataan yang dikeluarkan dianggap mewakili seluruh purnawirawan TNI.

“Jangan sampai ada kepentingan pribadi yang dikemas seolah-olah suara dari seluruh purnawirawan. Padahal, belum tentu semua sependapat,” tegas Dudung.

Pernyataan ini muncul menanggapi sikap dari Forum Purnawirawan Prajurit TNI, yang belum lama ini merilis delapan poin pandangan terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Salah satu poin yang menuai sorotan publik adalah kritik terhadap pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) serta usulan untuk mengganti Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melalui MPR.

Forum tersebut terdiri dari sejumlah tokoh purnawirawan, termasuk Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi, Jenderal TNI (Purn) Tyasno Soedarto, Laksamana TNI (Purn) Slamet Soebijanto, Marsekal TNI (Purn) Hanafie Asnan, hingga Wakil Presiden ke-6 RI, Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno.

Dudung menanggapi usulan itu dengan ajakan untuk menjaga persatuan dan stabilitas nasional. Ia mengingatkan bahwa situasi politik saat ini sangat dinamis dan bisa dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk mengganggu ketertiban.

Baca Juga  Usulan Pemakzulan Gibran Diterima DPR Said Abdullah Kita Harus Bersatu

“Kepada para senior, kolega, dan adik-adik saya yang tergabung dalam forum tersebut, saya harap jangan sampai niat baik justru dimanfaatkan untuk memecah belah bangsa. Mari jaga keutuhan NKRI,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dudung menyampaikan bahwa Presiden Prabowo bersama Wapres Gibran tengah fokus pada agenda pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk mendukung pemerintahan demi mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

“Mari kita bersatu membangun negeri ini menuju negara maju,” tutup Dudung.

Untuk berita-berita terkini lainnya, kunjungi JurnalLugas.Com.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait