Anindya Bakrie Kumpulkan Pengurus Kadin Daerah Usai Insiden Intimidasi di Cilegon

JurnalLugas.Com – Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Bakrie, mengambil langkah strategis untuk merespons insiden intimidasi terhadap investor yang diduga melibatkan oknum Kadin di Kota Cilegon, Banten. Dalam waktu dekat, Kadin Pusat akan mengumpulkan seluruh pengurus daerah, dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota, guna memastikan kejadian serupa tidak terulang.

“Meski pekan depan kami memiliki agenda padat, kami tetap mencari celah untuk menyatukan seluruh pengurus. Ini masalah serius dan tidak bisa dibiarkan,” ujar Anindya dalam keterangannya pada Jumat, 23 Mei 2025.

Bacaan Lainnya

Langkah ini diambil untuk menegaskan pentingnya implementasi pakta integritas yang sebelumnya telah ditandatangani seluruh jajaran Kadin daerah. Menurut Anindya, para pengurus wajib menjalankan roda organisasi sesuai aturan yang berlaku, khususnya dalam menjaga iklim usaha dan investasi yang kondusif.

Baca Juga  Penundaan Impor Mobil Pikap India, Langkah Strategis Kopdes dan Industri Lokal

Ia menambahkan, sejak mencuatnya kasus dugaan intimidasi oleh sekelompok orang yang mengaku sebagai anggota Kadin Cilegon, pihaknya langsung bergerak cepat. “Kami sudah menonaktifkan pimpinan yang bersangkutan. Ini menunjukkan bahwa kami tidak mentolerir tindakan yang mencoreng nama baik organisasi,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Wakil Kepala BKPM, Todotua Pasaribu, juga angkat suara. Ia menegaskan bahwa kasus premanisme yang menimpa manajemen PT Chengda kontraktor utama PT Chandra Asri Alkali (CAA) saat ini sedang ditangani aparat kepolisian.

“Kami sangat menyayangkan kejadian di Cilegon. Namun proses hukum adalah ranah Polda Banten, dan kami serahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum,” jelas Todotua dalam keterangan resminya, Kamis (15/5).

Sebagaimana diketahui, pada Jumat 9 Mei 2025 lalu, terjadi aksi intimidatif yang dilakukan sekelompok orang mengatasnamakan Kadin Kota Cilegon. Aksi tersebut menargetkan PT Chengda, yang tengah menggarap proyek strategis milik PT Chandra Asri Alkali perusahaan petrokimia besar di kawasan industri Cilegon.

Baca Juga  Presiden Prabowo Hadiri Munas Konsolidasi Kadin Indonesia di Mega Kuningan

Kasus ini menimbulkan sorotan luas, mengingat pentingnya menjaga rasa aman bagi para investor yang menanamkan modal di sektor industri strategis. Respons cepat dari Kadin Pusat diharapkan mampu memperbaiki citra organisasi sekaligus memperkuat komitmen dunia usaha dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Untuk informasi dan berita terkini lainnya, kunjungi: JurnalLugas.Com

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait