JurnalLugas.Com — Sentimen negatif masih membayangi saham-saham perbankan papan atas di Tanah Air. Empat bank besar kembali mengalami tekanan jual pada perdagangan Selasa pagi, setelah laporan keuangan bulanan dinilai belum memenuhi ekspektasi pasar.
Mengacu pada data real-time Bursa Efek Indonesia (BEI) per pukul 09.46 WIB, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun tipis 0,55 persen. Koreksi ini memperpanjang tren negatif BBCA yang sebelumnya sudah terkoreksi dalam empat hari perdagangan berturut-turut. Pada perdagangan Senin (2/6), saham emiten bank swasta terbesar ini bahkan merosot hingga 3,19 persen.
Kondisi serupa juga dialami saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) yang kembali melemah 0,71 persen. Satu hari sebelumnya, saham bank pelat merah ini sempat anjlok tajam hingga 5,62 persen, menyusul respons pasar terhadap laporan keuangan yang belum mampu memicu optimisme investor.
Sementara itu, dua saham bank BUMN lainnya juga tak luput dari tekanan. Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) tercatat turun 1,48 persen, disusul PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) yang terkoreksi 1,37 persen pada jam yang sama.
Pelemahan serempak ini menunjukkan adanya kekhawatiran kolektif pelaku pasar terhadap kinerja sektor perbankan yang belum menunjukkan perbaikan signifikan, terutama di tengah ketatnya likuiditas dan meningkatnya risiko kredit bermasalah.
Analis pasar modal menyebut, investor saat ini tengah mencermati lebih dalam kualitas pertumbuhan laba dan efisiensi operasional, bukan hanya pertumbuhan pendapatan semata. Oleh karena itu, laporan keuangan menjadi sorotan utama dalam menentukan arah pergerakan saham perbankan dalam jangka pendek.
Simak perkembangan berita ekonomi dan pasar modal terkini hanya di JurnalLugas.Com.






