60.000 Rumah Akan Nikmati Air Bersih Lewat Proyek SPAM Wosusokas Cek Daerahnya

JurnalLugas.Com – Pemerintah terus memperkuat komitmennya dalam menyediakan akses air minum yang bersih, layak, dan sehat bagi seluruh lapisan masyarakat. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Dody Hanggodo, menegaskan bahwa penyediaan air minum merupakan prioritas nasional yang tidak bisa ditawar.

“Kementerian PU terus berkomitmen dalam mendukung penyediaan air minum yang bersih, layak dan sehat, serta mendorong peningkatan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ujar Dody dalam keterangan pers di Jakarta, Kamis (5/6).

Bacaan Lainnya

Salah satu langkah konkret yang tengah dijalankan adalah pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional, yaitu sistem terpadu yang dirancang untuk mengoptimalkan layanan air bersih lintas wilayah. Program ini diharapkan mampu menjawab tantangan keterbatasan cakupan layanan perpipaan, terutama di daerah-daerah dengan pertumbuhan penduduk yang pesat.

Baca Juga  KPK OTT Pejabat Proyek Jalan Rp231 Miliar Sumut Menteri PU Kami Akan Bersih-bersih

Contohnya adalah SPAM Regional Wosusokas, yang dirancang untuk melayani hingga 60.000 Sambungan Rumah (SR) di wilayah Kabupaten Wonogiri, Sukoharjo, Karanganyar, dan Kota Surakarta. Infrastruktur ini tidak hanya meningkatkan pasokan air bersih, tetapi juga memperkuat ketahanan air dalam jangka panjang.

Cakupan Layanan Masih Rendah, Perpamsi Minta Dukungan

Ketua Umum Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (Perpamsi), Arief Wisnu Cahyono, mengungkapkan bahwa cakupan layanan air minum perpipaan nasional masih tertinggal jauh dibanding jumlah penduduk.

“Tarif air yang kurang menarik serta tingginya biaya rehabilitasi aset menjadi tantangan utama bagi operator air minum di daerah,” katanya. Arief juga menyoroti pentingnya program regionalisasi dari Kementerian PU untuk menjawab persoalan ini secara sistemik.

Data Terbaru: Akses Air Minum Layak Capai 92,64 Persen

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024, tingkat akses air minum layak di Indonesia telah mencapai 92,64 persen. Meski angka tersebut menunjukkan progres signifikan, masih terdapat sekitar satu dari sepuluh rumah tangga yang belum mendapatkan layanan air minum layak.

Baca Juga  Kronologi OTT KPK Sumut Terungkap Suap Proyek Jalan Rp231 Miliar Lima Tersangka Ditangkap

Pengembangan sistem SPAM menjadi kunci untuk menutup kesenjangan tersebut. SPAM sendiri mencakup serangkaian fasilitas mulai dari instalasi pengolahan air, penyimpanan, hingga sistem distribusi yang menjamin kualitas air tetap aman hingga ke rumah warga.

Pemerintah pun diharapkan terus menggandeng pihak swasta dan daerah dalam percepatan pembangunan infrastruktur air minum ini, demi mewujudkan target akses air minum 100 persen pada dekade mendatang.

Dapatkan berita aktual lainnya hanya di JurnalLugas.Com – portal informasi terpercaya seputar isu nasional, politik, hukum, dan pembangunan.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait