JurnalLugas.Com – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kembali mengeluarkan peringatan terkait kenaikan kasus Covid-19 secara global yang dipicu oleh dua varian baru: LP.8.1 dan NB.1.8.1. Kedua varian ini merupakan turunan dari varian JN.1, yang sebelumnya sempat mendominasi penyebaran infeksi di berbagai belahan dunia pada tahun lalu.
Meski belum dikategorikan sebagai varian yang menjadi perhatian utama, keduanya tetap berada dalam radar pemantauan ketat WHO. Lantas, apa perbedaan mendasar antara varian LP.8.1 dan NB.1.8.1? Bagaimana karakteristik penyebarannya, serta seberapa efektif vaksin yang tersedia saat ini terhadap dua varian ini?
LP.8.1 dan NB.1.8.1: Sama-Sama Turunan JN.1, Tapi Beda Mutasi
Baik LP.8.1 maupun NB.1.8.1 merupakan hasil mutasi lanjutan dari varian JN.1, namun masing-masing membawa konfigurasi genetik yang berbeda—terutama pada protein spike, bagian dari virus yang bertanggung jawab menempel pada sel manusia.
🔬 Karakteristik Varian LP.8.1
Varian LP.8.1 memiliki beberapa mutasi utama, yaitu:
- S31-
- F186L
- R190S
- R346T
- V445R
- F456L
- Q493E
- K1086R
- V1104L
Mutasi ini diduga berkontribusi terhadap peningkatan efisiensi penularan, meski tidak menyebabkan gejala yang lebih berat dibandingkan varian-varian sebelumnya.
🔬 Karakteristik Varian NB.1.8.1
Sementara itu, varian NB.1.8.1 membawa serangkaian mutasi tambahan, antara lain:
- T22N
- F59S
- G184S
- A435S
- F456L
- T478I
- Q493E
Yang mencolok dari NB.1.8.1 adalah keberadaan mutasi A435S dan T478I, yang menurut penelitian awal dapat meningkatkan kemampuan virus dalam menghindari respons antibodi netralisasi.
Tren Penyebaran Global: Negara Mana Saja yang Terdampak?
🌍 LP.8.1: Pernah Dominan, Kini Menurun
Varian LP.8.1 sempat mendominasi penyebaran secara global, termasuk di Amerika Serikat. Namun, tren penyebarannya mulai menurun signifikan sejak pertengahan April 2025, seiring munculnya varian lain yang lebih cepat menular.
🌍 NB.1.8.1: Meningkat Tajam Sejak Mei
Varian NB.1.8.1 pertama kali terdeteksi pada Januari 2025. Namun sejak Mei 2025, varian ini mulai menunjukkan tren peningkatan, dan kini menyumbang sekitar 10,7% dari seluruh sekuens virus Covid-19 yang dilaporkan secara global.
Varian ini telah menyebar ke lebih dari 22 negara, termasuk:
- Tiongkok
- India
- Thailand
- Amerika Serikat
- Beberapa negara Eropa lainnya
Tingkat Penularan dan Keparahan: Mana yang Lebih Berbahaya?
Berdasarkan studi terbaru, kedua varian ini memang menunjukkan peningkatan kemampuan penularan, tetapi tidak ada bukti signifikan bahwa keduanya menyebabkan gejala yang lebih parah dibandingkan pendahulunya.
- LP.8.1: Penularan tinggi, namun keparahan tetap rendah.
- NB.1.8.1: Lebih mudah menular dibanding LP.8.1, kemungkinan karena afinitasnya yang lebih kuat terhadap reseptor ACE2—reseptor yang digunakan virus untuk masuk ke dalam sel manusia.
Namun, perlu digarisbawahi bahwa NB.1.8.1 juga menunjukkan kemampuan lebih baik dalam menghindari sistem kekebalan tubuh, sebuah karakteristik yang patut diwaspadai.
Efektivitas Vaksin: Masihkah Mampu Melindungi?
💉 Terhadap Varian LP.8.1
Vaksin Covid-19 yang beredar saat ini masih dianggap efektif dalam mencegah gejala berat dan kematian akibat varian LP.8.1. Vaksin tetap mampu memicu respons antibodi yang cukup kuat untuk melawan infeksi.
💉 Terhadap Varian NB.1.8.1
Untuk varian NB.1.8.1, efektivitas vaksin mengalami sedikit penurunan dalam hal respons antibodi netralisasi. Meski demikian, vaksin tetap memberikan perlindungan penting terhadap gejala berat dan risiko kematian.
Tetap Waspada, Tapi Jangan Panik
Kehadiran varian LP.8.1 dan NB.1.8.1 menegaskan bahwa pandemi belum sepenuhnya berakhir, meski telah jauh lebih terkendali dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Penting bagi masyarakat untuk tetap mengikuti perkembangan informasi dari otoritas kesehatan, memperbarui vaksinasi bila perlu, dan menerapkan protokol kesehatan dasar saat diperlukan.
WHO masih terus memantau kedua varian ini dengan seksama. Sampai saat ini, keduanya belum dikategorikan sebagai “variant of concern”, tetapi peningkatan penyebaran terutama NB.1.8.1 perlu dijadikan bahan evaluasi oleh pemerintah dan pelaku sektor kesehatan global.
📌 Untuk update berita akurat dan terpercaya seputar kesehatan, kunjungi JurnalLugas.Com






