Hizbullah Resmi Nyatakan Tak Netral Siap Hadapi Israel dan AS di Tengah Konflik Iran

JurnalLugas.Com – Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah pemimpin Hizbullah, Sheikh Naim Qassem, menyatakan bahwa kelompoknya tidak bersikap netral dalam konflik yang tengah memanas antara Iran dan Israel. Dalam pernyataannya pada Jumat (20/6/2025), Qassem menegaskan bahwa Hizbullah akan “bertindak sesuai yang kami anggap tepat dalam menghadapi agresi brutal Israel-Amerika ini.”

Pernyataan tersebut muncul hanya beberapa jam setelah utusan khusus Amerika Serikat untuk Suriah memperingatkan Hizbullah agar tidak terlibat dalam perang yang berpotensi meluas di kawasan. Namun, tanggapan Qassem menunjukkan bahwa Hizbullah, yang dikenal sebagai proksi utama Iran di kawasan, tidak berniat untuk menarik diri dari ketegangan geopolitik yang sedang berlangsung.

Bacaan Lainnya
Baca Juga  Trump Ngotot Perpanjang Serangan AS ke Iran 4 Pekan, Targetkan Garda Revolusi IRGC

Sejarah keterlibatan Hizbullah dalam konflik regional bukanlah hal baru. Di penghujung 2024, kelompok ini terlibat bentrok sengit dengan Israel, yang berpuncak pada terbunuhnya Hassan Nasrallah pemimpin Hizbullah saat itu dalam sebuah serangan Tel Aviv. Meskipun kedua pihak kemudian menyepakati gencatan senjata, serangan Israel ke wilayah Lebanon selatan yang menjadi basis utama Hizbullah dilaporkan terus berlanjut hingga pertengahan 2025 ini.

Menanggapi perkembangan terbaru, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengeluarkan pernyataan tegas. Ia memperingatkan Hizbullah agar tidak ikut campur dalam konflik yang kini melibatkan Iran secara langsung. “Saya sarankan perwakilan Lebanon berhati-hati dan memahami bahwa Israel telah kehilangan kesabaran terhadap teroris yang mengancamnya,” kata Katz.

Dalam pernyataan kerasnya, Katz juga menambahkan, “Jika ada terorisme… tidak akan ada Hizbullah.” Sebuah sinyal bahwa Israel siap melakukan tindakan militer besar jika Hizbullah nekat ikut terlibat lebih jauh.

Baca Juga  Iran Tegas, Diplomasi Sudah Mati! Teheran Siap Perang Panjang Lawan AS

Kawasan Timur Tengah kini berada di titik kritis. Sementara masyarakat internasional terus mendorong upaya diplomasi untuk meredakan ketegangan, banyak pihak khawatir bahwa konfrontasi antara Israel dan Iran dengan keterlibatan sekutu seperti Hizbullah dapat berujung pada perang terbuka berskala regional.

Pantau terus perkembangan selengkapnya hanya di JurnalLugas.Com.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait