Trump Hantam Nuklir Iran Fordow Natanz Esfahan Hancur Israel Ngaku Terlibat

JurnalLugas.Com – Ketegangan antara Iran, Amerika Serikat (AS), dan Israel memuncak setelah Presiden AS Donald Trump memerintahkan serangan rudal ke tiga fasilitas nuklir utama Iran, yakni Natanz, Esfahan, dan Fordow. Langkah agresif ini dilakukan di tengah kebuntuan negosiasi nuklir antara Iran dan negara-negara Eropa serta sikap keras Iran yang menolak melanjutkan dialog dengan Washington.

Melalui unggahan di akun Instagram resminya, Trump menyampaikan bahwa salah satu situs nuklir Iran, Fordow, telah “tidak ada lagi”. Ia juga menegaskan dominasi militer AS.
“Tak ada militer di dunia yang mampu melakukan ini. Sekarang adalah waktunya perdamaian,” tulis Trump, Minggu (22/6/2025).

Bacaan Lainnya

Serangan Terkoordinasi dengan Israel

Laporan dari lembaga penyiaran publik Israel, Kan, mengutip seorang pejabat Israel yang menyebutkan bahwa serangan AS telah dikoordinasikan secara penuh dengan pemerintah Israel.
“Kami berkoordinasi penuh dengan Washington, baik secara intelijen maupun strategi lapangan,” ujar sumber pejabat yang tidak disebutkan namanya.

Baca Juga  Pentagon Klaim Mojtaba Khamenei Terluka Serangan AS–Israel ke Iran, Pete Hegseth Kondisinya

Tak lama setelah serangan berlangsung, Trump dilaporkan melakukan pembicaraan langsung dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Serangan ini dilakukan di tengah meningkatnya konflik udara antara Iran dan Israel yang sudah berlangsung lebih dari sepekan, menimbulkan korban jiwa dan luka-luka di kedua belah pihak.

Alasan dan Respons Iran

Israel menyatakan bahwa tujuan utama dari serangan mereka adalah untuk mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir. Namun, Teheran bersikukuh bahwa seluruh program nuklir mereka bersifat damai dan digunakan untuk kepentingan sipil.

Dalam pernyataan resmi yang dirilis Kementerian Luar Negeri Iran, disebutkan bahwa serangan AS adalah pelanggaran serius terhadap kedaulatan nasional dan hukum internasional.
“Iran akan merespons di waktu dan tempat yang kami tentukan sendiri,” tulis pernyataan tersebut.

Kritik dari Dalam Negeri AS

Dari dalam negeri AS, langkah Trump memicu perdebatan sengit di parlemen. Beberapa anggota Kongres dari Partai Demokrat, bahkan sebagian dari Partai Republik, menyuarakan kekhawatiran bahwa Presiden telah bertindak sepihak tanpa konsultasi dengan Kongres.

Baca Juga  Gavin Newsom Sindir Kebijakan Iklim Trump di COP30, “Amerika Tak Bisa Terus Bodoh Soal Lingkungan”

“Presiden harus mendapatkan persetujuan legislatif sebelum mengerahkan militer dalam konflik besar seperti ini,” ujar Senator independen yang tergabung dalam Komite Hubungan Luar Negeri.

Serangan Tambahan oleh Israel

Sementara itu, militer Israel mengonfirmasi bahwa pada Sabtu sebelumnya, mereka telah meluncurkan serangkaian serangan tambahan di Iran bagian barat daya. Target operasi tersebut adalah puluhan titik militer yang disebut sebagai bagian dari jaringan pendukung nuklir dan rudal Teheran.

Ketegangan ini menandai fase baru konflik geopolitik di Timur Tengah yang dikhawatirkan bisa meluas ke kawasan lain, dengan risiko keterlibatan negara-negara besar di dunia.

Selengkapnya berita dan analisis politik internasional terkini, kunjungi JurnalLugas.Com.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait