Tragis! Siswa SD di Makassar Meninggal Diduga Dikeroyok Polisi Periksa 6 Saksi

JurnalLugas.Com — Penyidik Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Makassar terus menyelidiki kasus dugaan pengeroyokan terhadap Muhammad Raja Afnan (12), seorang siswa kelas VI SDN Maccini Sawah Satu, Kota Makassar, yang meninggal dunia usai menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Hingga kini, polisi telah memeriksa enam saksi terkait peristiwa tragis ini.

“Sudah enam orang kami periksa, karena keterangannya sudah cukup maksimal. Tidak perlu terlalu banyak kalau keterangan sudah lengkap,” ungkap AKBP Devi Sujana, Kasatreskrim Polrestabes Makassar, pada Selasa (24/6/2025).

Bacaan Lainnya

Pihak kepolisian saat ini tengah menunggu hasil autopsi dan pemeriksaan laboratorium forensik untuk menguatkan bukti medis. Autopsi terhadap jenazah dilakukan di RS Bayangkara oleh tim medis, dan beberapa organ tubuh telah dikirim ke laboratorium guna pemeriksaan lebih lanjut.

“Ada beberapa organ tubuh yang kami kirim ke labfor. Kami tunggu hasilnya agar sinkron dengan hasil autopsi,” jelas AKBP Devi, yang sebelumnya menjabat Kapolsek Banjar Agung, Tulang Bawang.

Baca Juga  Perang Kelompok di Tallo Makassar 5 Rumah Terbakar Mobil Dirusak Massa

Korban Sempat Sebut Pelaku Sebelum Meninggal

Muhammad Raja Afnan meninggal dunia pada Jumat (30/5) setelah lima hari menjalani perawatan di tiga rumah sakit berbeda, yakni RS Pelamonia, RS Sitti Fatimah, dan terakhir dirujuk ke RSI Faisal, Makassar. Dugaan kuat menyebut korban dianiaya oleh rekan-rekannya sendiri di lingkungan sekolah.

Bibi korban, Desma, menuturkan bahwa Afnan sempat menyebut bahwa dirinya dipukul oleh teman sekolahnya sebelum meninggal.

“Saya sempat tanya keponakan saya sebelum meninggal, siapa yang pukul? Afnan bilang teman. Saat saya tanya berapa orang, dia hanya angkat tiga jari,” kata Desma saat ditemui di rumah duka, Sabtu (31/5).

Afnan juga menyebut bahwa dua pelaku adalah murid SD, sementara satu lainnya siswa SMP. Namun ia tak menyebut nama meski mengenal para pelaku.

Luka di Tubuh Korban Diduga Akibat Kekerasan

Korban disebut mengalami sakit di bagian dada dan ditemukan beberapa luka lebam serta bekas luka bakar yang diduga akibat sulutan rokok. Dugaan penganiayaan muncul setelah Afnan mengikuti ujian akhir di sekolahnya.

Baca Juga  Terbongkar, Jaksa Palsu Didakwa Halangi Penyidikan Korupsi, Modusnya Bikin Geleng Kepala

Meski sempat didiagnosa menderita tifus dan demam berdarah, keluarga menduga penyebab utama kematian bukan semata-mata karena penyakit. Setelah jenazah dibawa ke rumah duka di Jalan Maccini Gusung, Kecamatan Makassar, pihak keluarga mengizinkan autopsi untuk memastikan penyebab kematian.

“Kami masih menunggu hasil resmi dari labfor. Semoga pekan ini ada tindak lanjut lebih jelas,” tambah AKBP Devi.

Penyelidikan masih berlangsung dan pihak kepolisian belum menetapkan tersangka dalam kasus yang menyita perhatian masyarakat ini. Penetapan tersangka akan dilakukan setelah bukti medis dan saksi-saksi dinilai cukup kuat.

Selengkapnya kunjungi JurnalLugas.Com.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait