Haji Isam Resmi Akuisisi PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) Saham KFC Indonesia Tembus ARA

JurnalLugas.Com – Saham PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST), pemegang lisensi waralaba KFC di Indonesia, mengalami lonjakan signifikan pada perdagangan Jumat, 4 Juli 2025. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pukul 10.16 WIB, harga saham FAST melonjak 24,46 persen hingga menyentuh batas auto rejection atas (ARA) ke level Rp346 per saham.

Lonjakan ini terjadi menyusul kabar bahwa perusahaan milik keluarga pengusaha tambang asal Kalimantan Selatan, Andi Syamsudin Arsyad alias Haji Isam, resmi masuk ke dalam struktur kepemilikan FAST. Aksi ini dinilai pasar sebagai sinyal positif, memicu nilai transaksi yang mencapai Rp8,96 miliar dengan antrean beli di harga ARA sebanyak 16 ribu lot.

Bacaan Lainnya

FAST diketahui baru saja melepas sebagian kepemilikannya di PT Jagonya Ayam Indonesia (JAI) entitas usaha yang selama ini menangani operasional KFC di luar Jawa kepada PT Shankara Fortuna Nusantara, perusahaan milik Liana Saputri, putri dari Haji Isam, bersama suaminya, Putra Rizky Bustaman. Nilai transaksi penjualan saham tersebut mencapai Rp54,4 miliar, yang mengurangi kepemilikan FAST dari 70 persen menjadi 55 persen.

Baca Juga  Multi Bintang Akuisisi 99,9% Saham KDS, Perkuat Kendali Bisnis Minuman

Pengamat pasar modal, Michael Yeoh, menyebut langkah pelepasan saham ini sebagai strategi korporasi untuk menghadapi dinamika sektor makanan dan minuman (F\&B) yang sedang mengalami tekanan.

“Pada 30 Juni 2025, FAST melepas 15 persen saham JAI senilai Rp54,4 miliar. Namun FAST tetap mempertahankan kendali mayoritas atas JAI,” ujar Michael kepada media, Jumat (4/7/2025).

Selain divestasi, FAST juga diketahui tengah menggalang dana tambahan melalui skema rights issue senilai Rp80 miliar. Menurut Michael, langkah ini dapat menjadi suntikan modal segar bagi penguatan ekspansi atau pembiayaan proyek strategis perusahaan.

“Rights issue sebesar Rp80 miliar ini memperlihatkan niat FAST memperkuat posisinya di tengah tekanan daya beli masyarakat,” lanjutnya.

Michael menyoroti bahwa selama tiga tahun terakhir, sektor F\&B menjadi salah satu yang paling terpukul akibat pelemahan konsumsi rumah tangga.

“PMI manufaktur menunjukkan kontraksi dan data inflasi juga mengalami deflasi dalam beberapa bulan terakhir. Ini indikasi langsung tekanan pada sektor konsumsi, termasuk F\&B,” jelasnya.

Baca Juga  Haji Isam Borong 12 Kapal dari Jepang dan Belanda Siap Ekspansi Besar di Laut Indonesia

Meski begitu, ia optimistis terhadap prospek pemulihan sektor ini, terutama jika program-program pemerintah berhasil dieksekusi secara optimal.

“Program seperti bantuan langsung tunai (BLT), subsidi pangan, program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta pemangkasan suku bunga oleh Bank Indonesia, jika dijalankan dengan baik, akan mempercepat pemulihan sektor F\&B dan ritel,” katanya.

Sementara itu, JAI sendiri kini tengah mengembangkan proyek peternakan ayam terintegrasi di Banyuwangi, Jawa Timur. Proyek ini dibangun di atas lahan seluas 8,6 juta meter persegi, menunjukkan arah ekspansi vertikal JAI dalam rantai pasok ayam sebagai bahan baku utama operasional KFC.

Keterlibatan perusahaan milik keluarga Haji Isam dalam struktur kepemilikan FAST, ditambah dengan penguatan bisnis hulu oleh JAI, memperlihatkan strategi sinergis dalam memperkokoh posisi KFC Indonesia di tengah kompetisi ketat dan tantangan ekonomi.

Selengkapnya kunjungi: JurnalLugas.Com

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait