JurnalLugas.Com – Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI) mengonfirmasi kembalinya Letnan Jenderal TNI Novi Helmy Prasetya ke jajaran militer, setelah sebelumnya menjabat sebagai Direktur Utama Perum Bulog. Keputusan ini diambil setelah Helmy menyatakan keinginan untuk tetap berdinas sebagai prajurit.
Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayjen Kristomei Sianturi, menyampaikan bahwa penempatan Novi Helmy di Bulog sejak awal dilakukan atas permintaan dari Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Namun, posisi tersebut tidak termasuk dalam daftar jabatan sipil yang diperbolehkan bagi perwira aktif TNI berdasarkan regulasi terbaru, yakni Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2025 yang merevisi UU Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI.
“Karena jabatan Dirut Bulog tak masuk dalam daftar 14 posisi yang bisa diisi prajurit aktif, maka Letjen Novi secara administratif harus keluar dari dinas militer,” ujarnya melalui rilis resmi.
Usai meninggalkan jabatannya di Akademi TNI, Helmy sempat berada dalam status non-aktif dan ditempatkan sebagai staf khusus. Masa tersebut sekaligus menjadi transisi menuju proses pengunduran dirinya dari militer. Namun, sebelum pengunduran diri tersebut diselesaikan, Novi Helmy memutuskan untuk kembali melanjutkan pengabdian di institusi TNI.
Merespons hal itu, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto langsung mengajukan permohonan penarikan kembali Novi Helmy kepada Menteri BUMN pada 5 Juni 2025. Kementerian pun memberikan persetujuan tertulis pada 30 Juni 2025, melalui surat resmi yang mengizinkan pengakhiran penugasan Helmy di Bulog dan mengembalikannya ke institusi asal.
Kristomei menambahkan, keputusan menerima kembali Letjen Novi Helmy tak lepas dari pertimbangan kebutuhan organisasi serta pembinaan SDM strategis di tubuh TNI.
“Yang bersangkutan memilih untuk tetap berdinas, dan pimpinan TNI melihat ada kontribusi penting yang bisa diberikan, terutama dalam mendukung program-program pertahanan ke depan,” jelasnya.
Helmy sebelumnya dikenal sebagai jenderal yang memiliki rekam jejak kuat di bidang pendidikan militer dan strategis. Kembalinya ia ke institusi TNI diharapkan memperkuat lini pertahanan nasional dalam menghadapi tantangan global saat ini.
Selengkapnya bisa dibaca di JurnalLugas.Com.






