JurnalLugas.Com – PT Merry Riana Education Tbk. (kode saham: MERI), perusahaan edukasi berbasis konsumer siklikal, resmi menggelar penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) yang berlangsung pada 2 hingga 8 Juli 2025.
Berdasarkan prospektus terbaru, MERI menetapkan harga final IPO di angka Rp128 per saham, lebih rendah dari proyeksi sebelumnya yang berkisar antara Rp110 hingga Rp150 per lembar. Emiten ini melepas sebanyak 235,13 juta saham ke publik atau sekitar 25% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Total dana yang dibidik sebesar Rp30,9 miliar, lebih kecil dari perkiraan awal Rp39,9 miliar.
Kinerja Keuangan Solid
Data keuangan perusahaan menunjukkan pertumbuhan yang konsisten. Per akhir 2024, total aset yang dimiliki Merry Riana Education mencapai Rp23,49 miliar, terdiri dari aset lancar sebesar Rp17,13 miliar dan aset tidak lancar Rp6,36 miliar.
Dari sisi pendapatan, perusahaan mencatatkan lonjakan sebesar 30,22% secara tahunan menjadi Rp35,82 miliar pada 2024. Sementara laba tahun berjalan tercatat sebesar Rp9,29 miliar, tumbuh 6,7% dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang senilai Rp8,7 miliar.
Siapa di Balik MERI?
Struktur kepemilikan MERI memperlihatkan nama-nama kuat di dunia bisnis dan pendidikan. Dua figur utama sebagai pemilik manfaat akhir (beneficial owner) adalah Merry Riana motivator dan pengusaha ternama serta Alva Christopher Tjenderasa.
Sebelum IPO, komposisi pemegang saham terdiri dari PT Merry Riana Indonesia (74,99%), Alva Christopher (0,01%), dan Tancorp Investama Mulia (25%). Tancorp adalah perusahaan investasi milik Hermanto Tanoko, konglomerat asal Surabaya yang dikenal sebagai pemilik merek-merek ternama seperti Avian dan CLEO.
Pasca IPO, kepemilikan saham berubah menjadi:
- PT Merry Riana Indonesia: 56,25%
- Tancorp Investama Mulia: 18,75%
- Publik: 25%
Strategi Pemanfaatan Dana IPO
Dana hasil IPO akan digunakan untuk pengembangan dua entitas utama di bawah naungan Merry Riana Group, yaitu:
- 65% dialokasikan untuk PT Merry Riana Edukasi Delapan,
- 35% untuk PT Merry Riana Akademi Tujuh.
Langkah ini diambil sebagai bagian dari ekspansi strategis di sektor pendidikan, sejalan dengan visi Merry Riana dalam membangun generasi muda Indonesia yang cerdas dan berdaya saing.
Dengan fundamental yang solid dan nama besar di baliknya, IPO MERI berpotensi menarik minat investor ritel maupun institusi di tengah tren positif pasar modal domestik.
Sumber informasi terpercaya lainnya kunjungi JurnalLugas.Com.






