Alfamart Investasi Rp16 Miliar di Noovoleum Garap Bisnis Minyak Jelantah Berbasis AI

JurnalLugas.Com – PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), entitas yang menaungi jaringan ritel Alfamart, mengambil langkah strategis dengan merambah bisnis pengolahan minyak jelantah. Perseroan resmi menyuntikkan investasi sebesar USD1 juta atau sekitar Rp16 miliar ke PT Noovoleum Indonesia Investama, perusahaan yang bergerak di bidang pengumpulan dan pengelolaan limbah minyak goreng bekas.

Corporate Secretary Alfamart, Tomin Widian, mengonfirmasi bahwa investasi ini bersifat non-pengendali. Artinya, Alfamart tidak akan memiliki kendali operasional atas perusahaan tersebut.

Bacaan Lainnya

“Investasi ini kami lakukan pada 26 Juni 2025, dalam bentuk pengambilalihan saham non-pengendali,” jelas Tomin dalam keterangan tertulis, Selasa (8/7/2025).

Tomin menegaskan, aksi korporasi ini tidak masuk dalam kategori transaksi material berdasarkan Peraturan OJK No. 17/2020, serta tidak termasuk transaksi afiliasi maupun benturan kepentingan sesuai POJK 42/2020.

Baca Juga  China Sikat Habis Penyalahgunaan AI Aplikasi Ilegal dan Trolling Jadi Target

“Tujuannya adalah membuka peluang investasi sekaligus membangun sinergi bisnis baru di sektor lingkungan dan keberlanjutan,” lanjutnya.

Fokus Minyak Jelantah Rumah Tangga

PT Noovoleum Indonesia Investama, perusahaan yang menjadi mitra strategis Alfamart, dikenal sebagai pelopor pengumpulan minyak jelantah berbasis teknologi. Perusahaan ini awalnya berdiri di Singapura pada 2022 dan kemudian melebarkan sayap ke Indonesia dengan menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

CEO Noovoleum Indonesia, Philippe Micone, menyebut Indonesia memiliki potensi pasar yang besar untuk bisnis ini.

“Indonesia menghasilkan 2 hingga 3 juta ton minyak jelantah setiap tahun. Sekitar 65 persen berasal dari rumah tangga, namun hanya 12 persen yang berhasil dikumpulkan,” ungkap Philippe.

Sementara sisanya, lanjut dia, berasal dari restoran, hotel, dan sektor industri makanan. Dengan teknologi yang dikembangkan seperti UCollect Box berbasis AI, Noovoleum menawarkan sistem pengumpulan yang efisien dan insentif bagi rumah tangga serta pelaku UMKM.

Strategi Hijau Alfamart

Masuknya Alfamart ke sektor ini dinilai sebagai bagian dari strategi perusahaan untuk mendukung ekonomi sirkular dan isu keberlanjutan (sustainability). Meski porsi saham yang diakuisisi tidak diungkap, kolaborasi ini menandai langkah konkret sektor ritel dalam memperkuat kontribusi terhadap pengelolaan limbah domestik.

Baca Juga  Alfamidi Naikkan Jenjang Karir 248 Pekerja Disabilitas, Komitmen Alfability Inklusi Kerja Terus Diperkuat

Sebagai informasi, pengolahan minyak jelantah menjadi biodiesel atau bahan baku industri telah menjadi perhatian global karena dampak ekologisnya. Jika dibuang sembarangan, minyak bekas dapat mencemari air tanah dan sistem saluran kota.

Langkah Alfamart ini diperkirakan akan membuka peluang baru di bidang pengelolaan limbah dan turut mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan.

Baca berita selengkapnya hanya di JurnalLugas.Com.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait