Waspada! Ini 5 Ciri Nomor Telepon Scammer dan Modus Baru Penipuan Berkedok Pinjaman

JurnalLugas.Com — Meski teknologi smartphone semakin canggih dengan fitur pendeteksi spam, para scammer atau penipu tetap bisa menyusup melalui berbagai saluran, seperti panggilan telepon, SMS, hingga pesan WhatsApp. Modus penipuan terus berkembang, termasuk yang kini marak: penawaran pinjaman online palsu. Waspada terhadap ciri-ciri nomor telepon scammer berikut dan kenali juga modus penipuannya!

1. Nomor Asing Tak Dikenal

Salah satu tanda utama nomor scammer adalah penggunaan kode negara asing. Nomor-nomor ini sering muncul dari negara yang bahkan tidak pernah Anda hubungi sebelumnya. Penipu kerap menyamarkan identitasnya dengan menggunakan jaringan internasional untuk mengelabui korbannya, seolah-olah panggilan tersebut penting atau berasal dari lembaga resmi luar negeri.

Bacaan Lainnya

2. Kombinasi Angka Acak

Scammer biasanya menggunakan nomor-nomor sekali pakai yang dibeli murah atau berasal dari aplikasi virtual number. Nomor-nomor ini memiliki kombinasi angka yang aneh dan tidak umum, berbeda dari nomor operator resmi yang biasanya memiliki pola tertentu atau mudah dikenali. Nomor acak ini kerap digunakan agar jejak penipu sulit dilacak.

3. Tidak Tersimpan di Kontak dan Tidak Terverifikasi

Nomor yang tidak ada di kontak ponsel Anda dan tidak muncul identitasnya ketika ditelepon perlu diwaspadai. Banyak pengguna juga melaporkan nomor-nomor semacam ini di situs komunitas pelacak nomor telepon. Jika nomor tersebut telah banyak dikeluhkan karena modus penipuan, besar kemungkinan Anda juga sedang menjadi target.

Baca Juga  Masalah Pinjaman Bank dan Solusinya Berikut Panduan Sebelum Putuskan Kredit

Beberapa aplikasi keamanan dapat memberikan peringatan otomatis jika nomor dicurigai berbahaya. Namun perlu diingat, tidak semua nomor scammer berhasil terdeteksi, sehingga pengguna harus tetap waspada dan tidak langsung mempercayai penelepon tidak dikenal.

4. Menelepon Berulang Kali

Ciri lain nomor scammer adalah kebiasaan menelepon berulang-ulang. Meskipun dalam beberapa kasus, panggilan seperti ini bisa jadi berasal dari seseorang yang benar-benar membutuhkan bantuan, namun dalam kasus penipuan, metode ini digunakan untuk menekan psikologis korban agar segera merespons.

Jika Anda menerima panggilan berulang dari nomor asing atau tidak dikenal, sebaiknya jangan langsung diangkat. Cek terlebih dahulu nomor tersebut melalui mesin pencarian atau aplikasi pelacak nomor.

5. Bernada Mendesak dan Meminta Data Pribadi

Ini adalah tanda paling mencolok. Scammer biasanya langsung menyampaikan informasi yang membuat panik, seperti:

  • Anda menang undian berhadiah
  • Ada tagihan atau utang yang belum dilunasi
  • Anggota keluarga mengalami kecelakaan atau ditangkap polisi
  • Tawaran investasi cepat untung

Dalam skenario seperti ini, penipu akan meminta Anda memberikan data pribadi seperti nomor rekening, NIK, kode OTP, bahkan nama ibu kandung. Jika Anda lengah dan menyerahkan informasi tersebut, data Anda bisa digunakan untuk kejahatan seperti pembobolan rekening atau pengajuan pinjaman ilegal.

Modus Baru: Penipuan Berkedok Pinjaman Online

Salah satu modus yang saat ini banyak digunakan scammer adalah tawaran pinjaman online cepat cair tanpa agunan. Mereka biasanya menghubungi korban lewat WhatsApp atau SMS, dan mengaku dari lembaga keuangan tertentu. Dalam pesannya, mereka menawarkan pinjaman tanpa syarat dengan bunga ringan dan pencairan instan.

Namun, ketika korban tertarik, mereka akan diminta:

Baca Juga  Tabel Pinjaman Gudang BRI 2025 untuk Petani Kelompok Tani dan Koperasi Tani
  • Mengisi data pribadi lengkap
  • Mengirim foto KTP dan selfie
  • Membayar “biaya administrasi” atau “uang jaminan” terlebih dahulu

Setelah uang dikirim, pelaku akan memblokir korban dan tidak ada pencairan pinjaman yang dijanjikan. Beberapa korban bahkan mengaku dikejar-kejar oleh debt collector fiktif yang menggunakan data pribadi yang telah mereka serahkan.

Waspadalah jika Anda menerima tawaran pinjaman dari nomor yang tidak resmi! Pastikan Anda hanya mengakses layanan keuangan melalui aplikasi resmi atau situs web yang terdaftar di OJK (Otoritas Jasa Keuangan).

Tips Menghindari Penipuan Lewat Telepon dan Pesan

  • Jangan pernah membagikan data pribadi atau kode OTP kepada siapa pun, termasuk yang mengaku dari bank atau perusahaan besar.
  • Gunakan aplikasi pelacak nomor untuk memverifikasi identitas penelepon.
  • Aktifkan fitur pemblokiran otomatis untuk nomor-nomor yang dicurigai spam.
  • Abaikan pesan atau telepon yang menawarkan pinjaman, hadiah, atau investasi tanpa proses resmi.
  • Selalu laporkan nomor-nomor penipuan ke aplikasi pelacak atau otoritas terkait agar tidak ada korban lain.

Dengan meningkatnya modus penipuan digital, kewaspadaan pengguna menjadi benteng utama untuk menghindari kerugian. Jangan mudah percaya, verifikasi setiap informasi, dan segera laporkan jika Anda menemukan upaya penipuan.

Selalu cek informasi dan berita terbaru seputar penipuan digital hanya di JurnalLugas.Com.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait