Bahlil Indonesia Siap Jadi Produsen Baterai Terbesar Kedua Dunia

JurnalLugas.Com — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menekankan pentingnya hilirisasi dalam strategi energi nasional. Ia menyampaikan bahwa Indonesia tidak boleh lagi sekadar menjadi penyuplai bahan mentah untuk negara lain, melainkan harus menjadi pusat pengolahan sumber daya bernilai tambah tinggi.

Menurutnya, praktik lama yang hanya mengandalkan ekspor bahan baku telah merugikan negara. Ia mengibaratkan kondisi tersebut seperti masa penjajahan ekonomi di era kolonial.

Bacaan Lainnya

“Selama ini kita kirim bahan mentah, lalu nilai tambahnya dinikmati di luar negeri. Kalau ini diteruskan, tak ada bedanya dengan masa ketika bangsa asing mengambil sumber daya kita tanpa ada manfaat nyata bagi rakyat,” kata Bahlil saat berbicara di Surabaya, Jumat (18/7).

Baca Juga  Keppres Nomor 25 Tahun 2024 Pembentukan Satgas Percepatan Investasi IKN Bahlil Ketua AHY Wakil

Ia menyoroti bahwa negara-negara maju telah lama menjadikan Indonesia sebagai pemasok utama bahan baku untuk industri mereka. Bahlil menegaskan kini waktunya Indonesia membalikkan keadaan dengan membangun industri pengolahan dari hulu ke hilir.

“Kita tidak boleh lagi jadi korban rantai pasok global. Hilirisasi adalah jalan untuk mengendalikan penuh sumber daya dan mendatangkan manfaat ekonomi langsung ke dalam negeri,” ungkapnya.

Salah satu sektor yang menjadi fokus utama adalah industri baterai kendaraan listrik. Ia menyebut Indonesia telah berhasil membangun ekosistem industri baterai dengan nilai investasi sekitar USD20 miliar, yang menjadikan Indonesia sebagai produsen baterai terbesar kedua setelah Tiongkok.

Lebih lanjut, Bahlil mengungkapkan bahwa pada November mendatang, Indonesia akan menerima tambahan investasi besar senilai USD100 miliar. Ia juga menginformasikan bahwa investasi dari perusahaan asal Tiongkok dan Korea Selatan senilai USD8 miliar sedang dalam proses, yang mencakup pembangunan pabrik pengolahan nikel hingga menjadi sel baterai.

Baca Juga  Bahlil Oknum Pengecer Penyalahgunaan Distribusi LPG 3 Kg Bersubsidi

“Pemerintah bahkan mendorong agar hilirisasi ini tidak berhenti di baterai saja, tapi dilanjutkan sampai ke produksi kendaraan listrik,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa hilirisasi bukan hanya strategi ekonomi jangka pendek, tetapi juga pondasi menuju kemandirian energi nasional. Dengan pengolahan bahan mentah yang dilakukan sepenuhnya di dalam negeri, Indonesia diharapkan tidak hanya menjadi pemain besar di sektor energi global, tetapi juga mampu menciptakan jutaan lapangan kerja dan memperkuat posisi tawar dalam rantai pasok dunia.

Selengkapnya kunjungi: JurnalLugas.Com.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait