Trump Sebut Powell “Bodoh” Kritik Pedas The Fed soal Suku Bunga Tinggi

JurnalLugas.Com – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali memanaskan suasana politik jelang pemilihan umum dengan melontarkan kritik tajam kepada Federal Reserve(The Fed). Dalam pernyataan publiknya, Trump menyebut Ketua The Fed, Jerome Powell, sebagai sosok “bodoh” yang memboroskan keuangan negara melalui kebijakan suku bunga tinggi yang dinilainya tidak tepat.

Trump menilai bahwa langkah The Fed menaikkan suku bunga selama beberapa tahun terakhir justru memperburuk kondisi ekonomi, bukan memperbaikinya. “Kebijakan ini benar-benar menghentikan roda ekonomi. Powell tidak tahu apa yang ia lakukan,” ujarnya dalam sebuah wawancara kampanye, Rabu 23 Juli 2025.

Bacaan Lainnya

Kritikan tersebut muncul saat inflasi di Amerika Serikat mulai menunjukkan tren melambat, namun suku bunga tetap berada pada level tinggi. Trump menganggap hal ini sebagai bentuk pemborosan yang justru menyulitkan pelaku usaha kecil dan menengah, serta masyarakat kelas pekerja.

Baca Juga  Sergey Lavrov Pastikan Tak Ada Pertemuan Putin-Zelensky Trump Sebut Sedang Siapkan Agenda Damai

Seorang analis ekonomi di New York yang enggan disebutkan namanya menyebut, “Pernyataan Trump memang kontroversial, tetapi keluhan terhadap dampak suku bunga tinggi sebenarnya cukup beralasan bagi sebagian sektor bisnis.”

Menurut sumber yang dekat dengan lingkaran Trump, mantan presiden itu tengah menyusun agenda ekonomi baru yang fokus pada pertumbuhan dan insentif fiskal, jika kembali terpilih dalam Pilpres 2024. Salah satu agendanya adalah restrukturisasi peran The Fed dalam menentukan arah kebijakan moneter.

Sementara itu, pihak Federal Reserve belum memberikan tanggapan resmi atas pernyataan Trump. Namun, sebelumnya, lembaga tersebut menyatakan bahwa kebijakan suku bunga tinggi diambil untuk menekan laju inflasi dan menjaga stabilitas ekonomi jangka panjang.

Sejumlah pengamat menilai serangan Trump ke The Fed merupakan bagian dari strategi politik untuk menarik simpati pemilih yang terdampak ekonomi pasca-pandemi. “Retorika seperti ini selalu digunakan Trump untuk memperkuat posisinya sebagai kandidat yang pro-bisnis dan anti-birokrasi,” kata seorang pakar politik dari Washington DC.

Baca Juga  Konyol Trump Sanksi Pakar PBB Francesca Albanese Usai Laporkan Genosida Israel di Gaza

Perdebatan soal arah kebijakan moneter pun diprediksi akan menjadi salah satu isu sentral dalam debat calon presiden mendatang. Trump, yang dikenal vokal terhadap The Fed sejak menjabat sebagai presiden, kembali menempatkan lembaga tersebut dalam sorotan tajam publik.

Dengan makin mendekatnya masa kampanye dan debat, tensi antara kubu Partai Republik dan kebijakan ekonomi pemerintahan saat ini diperkirakan akan terus meningkat. Trump tampaknya siap menjadikan The Fed sebagai salah satu sasaran utama kritik dalam upayanya merebut kembali kursi kepresidenan.

Untuk berita politik dan ekonomi internasional terkini, kunjungi JurnalLugas.Com.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait