JurnalLugas.Com — Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat tren penurunan harga sejumlah komoditas pangan strategis di tingkat pedagang eceran. Data terbaru per Sabtu pagi, pukul 08.30 WIB, menunjukkan harga cabai rawit merah dan bawang merah mengalami koreksi cukup signifikan dibandingkan hari sebelumnya.
Cabai rawit merah yang sebelumnya dijual Rp49.500 per kilogram kini turun menjadi Rp40.657 per kilogram. Sementara itu, bawang merah yang sehari sebelumnya masih berada di level Rp53.371 per kilogram, kini tercatat Rp45.992 per kilogram.
“Perubahan harga ini dipengaruhi oleh ketersediaan pasokan di pasar serta pola distribusi yang lebih lancar menjelang akhir pekan,” ujar seorang pejabat Bapanas saat dikonfirmasi, Sabtu (16/8).
Penurunan Harga Beras
Selain cabai dan bawang, beras juga mengalami penyesuaian harga. Beras premium tercatat Rp15.820 per kilogram, turun dari Rp16.623 per kilogram. Beras medium berada di Rp14.144 per kilogram dari sebelumnya Rp14.506 per kilogram.
Beras Stabilitas Pasokan Harga Pangan (SPHP), yang menjadi salah satu program pemerintah untuk menjaga harga tetap terjangkau, turun tipis dari Rp12.618 menjadi Rp12.561 per kilogram.
Seorang analis pangan menyebutkan bahwa ketersediaan beras dari musim panen di sejumlah daerah ikut menekan harga. “Ketika suplai dari petani lebih stabil, harga otomatis terkoreksi. Tantangannya adalah menjaga konsistensi distribusi agar tidak kembali melonjak,” ungkapnya.
Jagung, Kedelai, dan Bawang Putih
Komoditas jagung untuk kebutuhan peternak kini berada di harga Rp6.111 per kilogram, turun dari Rp6.674 per kilogram. Kedelai biji kering impor juga turun menjadi Rp10.607 per kilogram dari Rp10.794 per kilogram.
Sementara itu, harga bawang putih bonggol terkoreksi ke Rp37.180 per kilogram, dari sebelumnya Rp38.618 per kilogram.
Cabai Merah Keriting dan Cabai Merah Besar
Harga cabai merah keriting tercatat Rp36.362 per kilogram, turun dari Rp42.666 per kilogram. Begitu pula cabai merah besar yang kini Rp34.765 per kilogram, dibandingkan sehari sebelumnya Rp43.373 per kilogram.
Daging, Telur, dan Gula
Bapanas juga mencatat penurunan harga daging sapi murni, dari Rp135.107 menjadi Rp133.341 per kilogram. Daging ayam ras turun menjadi Rp34.947 per kilogram, sedangkan telur ayam ras kini Rp28.876 per kilogram.
Untuk komoditas gula konsumsi, harga turun tipis menjadi Rp18.166 per kilogram dari Rp18.333 per kilogram.
Minyak Goreng dan Tepung Terigu
Harga minyak goreng juga mengalami penurunan. Minyak goreng kemasan kini Rp20.134 per liter, dari sebelumnya Rp20.963 per liter. Minyak goreng curah turun ke Rp16.868 per liter, sementara Minyakita berada di Rp17.172 per liter dari Rp17.613 per liter.
Komoditas tepung terigu pun mengikuti tren ini. Tepung terigu curah turun ke Rp9.441 per kilogram, sedangkan tepung terigu kemasan tercatat Rp12.723 per kilogram.
Ikan, Garam, dan Daging Kerbau
Untuk produk perikanan, harga ikan kembung sedikit naik menjadi Rp42.129 per kilogram dari Rp41.851. Namun, ikan tongkol turun ke Rp34.455 per kilogram, dan ikan bandeng menjadi Rp34.193 per kilogram.
Garam konsumsi kini berada di harga Rp11.480 per kilogram, dari sebelumnya Rp11.731.
Sementara itu, daging kerbau impor beku turun cukup signifikan ke Rp99.557 per kilogram dari Rp105.849. Sedangkan daging kerbau segar lokal berada di Rp130.000 per kilogram, dari sebelumnya Rp141.369 per kilogram.
Menurut pengamat ekonomi pangan, tren penurunan harga ini bisa menjadi kabar baik bagi masyarakat, terutama menjelang momentum tahun ajaran baru dan konsumsi rumah tangga yang meningkat.
“Namun, yang perlu dijaga adalah stabilitas jangka menengah. Harga pangan di Indonesia masih sangat fluktuatif. Maka, peran pemerintah dalam menjaga distribusi dan stok harus tetap diutamakan,” jelasnya.
Tren koreksi harga pangan ini menunjukkan perbaikan pasokan di sejumlah lini. Namun, konsumen tetap diimbau untuk cermat dalam berbelanja karena fluktuasi harga masih mungkin terjadi dalam beberapa hari mendatang.
Baca berita ekonomi lainnya di JurnalLugas.Com.





